6 PKL Ancol Diduga Ditipu Karyawan TV Gadungan, Dagangan Dibawa Kabur Usai Dijanjikan Syuting

6 PKL Ancol Diduga Ditipu Karyawan TV Gadungan, Dagangan Dibawa Kabur Usai Dijanjikan Syuting

Enam pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Raya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, menjadi korban dugaan penipuan karyawan TV gadungan. Halaman all

(Kompas.com) 23/10/24 10:01 16872038

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak enam pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Raya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, menjadi korban dugaan penipuan karyawan TV gadungan.

Salah satu korban bernama Titin Sri Darmawangsih. Titin bercerita, awalnya, pelaku membeli minuman di lapaknya.

"Pertamanya, dia datang ke sini memesan minuman, saya persilakan duduk. Dia meneguk kopi, terus dia berdiri dan nanya \'Kok penjual kopi cuma ada dua orang?". Saya jawab \'Kenapa emangnya?\'," ucap Titin saat diwawancarai, Selasa (22/10/2024) sore.

Kepada Titin, pelaku mengatakan membutuhkan tiga gerobak pedagang kopi dan tiga gerobak pedagang mangga untuk diajak syuting bersama dua pembawa acara di salah satu stasiun televisi.

Mendapat tawaran tersebut, Titin pun tergiur dan menanyakan bayarannya.

"Saya tanya bayarannya berapa? Dia jawab satu gerobak Rp 1 juta dan akan dikasih gerobak baru," jawab Titin.

Akhirnya, Titin menyampaikan tawaran tersebut ke suaminya. Merasa bayaran yang ditawarkan cukup besar dan jualannya sedang sepi, suami Titin pun setuju untuk ikut syuting.

Titin dan suami juga mengajak lima PKL lain untuk ikut syuting bersama orang tersebut.

Usai enam PKL menyatakan bersedia, pelaku mencari truk untuk mengangkut para pedagang beserta gerobaknya.

Sebelum menaikkan gerobak ke truk, Titin diminta membenahi dagangannya oleh pelaku. Ia lantas memasukan 60 bungkus rokok dan berbagai kopi saset ke dalam sebuah boks.

Kotak tersebut disimpan Titin di dalam gerobak yang akan diangkut truk menuju ke studio televisi.

Setelah itu, pelaku mengajak keenam PKL, berikut gerobak dagangan masing-masing, berputar-putar di Batu Ampar Depok sampai akhirnya berhenti di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur.

Pelaku langsung membawa para PKL ke lantai tiga untuk berdandan di salon karena diiming-iming akan tampil di televisi.

Saat berada di salon, pelaku menanyakan KTP Titin yang kebetulan tertinggal di gerobak. Titin pun meminta suaminya mengambil KTP tersebut di gerobak yang ada di dalam truk.

"Bapak turun didampingi orang itu, ternyata pas bapak ambil dompet, suruh dimasukkin ke tempat rokok sama pelaku biar aman katanya. Sedangkan posisi gerobak saya berada di tengah, truk itu udah pas banget sama enam gerobak, diakalin sampai etalase gerobak saya rusak, biar boks rokok, dan kopi minuman saya keluar," ucap Titin.

Setelahnya, pelaku mengajak suami Titin naik ojek sambil membawa boks berisi rokok dan minuman tersebut. Pelaku dan korban membonceng dua ojek yang berbeda.

Namun, di tengah perjalanan, suami Titin diturunkan di tengah jalan. Suami Titin sempat bertanya mau dikemanakan boks berisi rokok dan minuman dagangannya tersebut.

"Suami nanya \'Rokok sama kopinya mau dibawa ke mana?\' Dia jawab \'Mau dibawa ke studio buat bukti bahwa bapak sama ibu jualan ini\'. Kemudian, suami saya ditinggal," ungkap Titin.

Setelah menunggu satu jam di tengah jalan, pelaku tak kunjung kembali. Suami Titin lantas memutuskan kembali ke PGC dan bercerita ke istrinya.

Titin dan suaminya kemudian menuju ke parkiran untuk mengecek barang dagangan mereka di truk. Ternyata, barang dagangan Titin sudah ludes dibawa kabur.

"Rokok 60 bungkus, duit saya di dompet Rp 1,5 juta buat bayar kontrakan saya belom bayar kontrakan, kopi semuanya satu boks, enggak ada yang tersisa karena udah ditempatin ke boks," ungkap Titin.

Titin seketika histeris menyadari dirinya menjadi korban penipuan. Ia lantas memutuskan pulang ke rumah bersama suami dan lima PKL lainnya.

Ia pun melaporkan dugaan penipuan ini ke Polsek Pademangan, Jakarta Utara. Namun, polisi meminta agar PKL tersebut melaporkannya ke polsek terdekat dari tempat kejadian perkara (TKP) di Cililitan, Jakarta Timur.

#dugaan-penipuan-pkl #penipuan-pkl-ancol

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/10/23/10015351/6-pkl-ancol-diduga-ditipu-karyawan-tv-gadungan-dagangan-dibawa-kabur-usai