Jadi Menteri Perindustrian Lagi, Ini Upaya Agus Gumiwang untuk Topang Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Jadi Menteri Perindustrian Lagi, Ini Upaya Agus Gumiwang untuk Topang Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Menperin Agus Gumiwang bertekad akan menjalankan kebijakan strategi untuk semakin meningkatkan kinerja industri manufaktur nasional. Halaman all

(Kompas.com) 23/10/24 14:00 16879751

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pihaknya bertekad akan menjalankan kebijakan strategi untuk semakin meningkatkan kinerja industri manufaktur nasional.

Langkah ini juga selaras mendukung target pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebesar 7-8 persen.

“Kami akan tancap gas. Sesuai arahan Bapak Presiden, khusus untuk sektor manufaktur, harus ada korelasi di antara pertumbuhan setiap industri dengan kesejahteraan rakyat secara langsung. Artinya, investasi itu harus benar-benar yang terarah, yang juga dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas. Tentunya kami akan bahas rumusannya,” ujar Agus ketika ramah tamah dengan media di kantornya Jakarta, Selasa (22/10/2024).

Lebih lanjut Menperin mengatakan, pihaknya akan bekerja sesuai dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) tahun 2025-2045, yang memiliki kebijakan pengembangan 10 industri prioritas.

“Kami optimistis sektor industri manufaktur masih memberikan kontribusi paling besar pada perekonomian nasional. Oleh karena itu, kami akan memantapkan roadmap yang sudah ada dalam dua atau tiga tahun ke depan,” tuturnya.

Di sisi lain, pihaknya juga telah memiliki berbagai program untuk mencapai target tersebut. Pertama mengesahkan kebijakan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Gas Bumi untuk Kebutuhan Dalam Negeri yang sebelumnya telah disetujui pada pemerintahan Joko Widodo.

Dia menjelaskan, surat usulan RPP Gas Bumi tersebut juga telah dikirimkan kepada Prabowo agar dapat berkenan mengesahkannya. Pasalnya, beleid tersebut dinilai sangat menopang kebutuhan gas untuk pembangunan industri manufaktur.

Tak hanya itu, di RPP Gas Bumi juga akan mengatur gas untuk kebutuhan energi, termasuk listrik. Dalam hal ini dia juga menyebutkan terkait keberlanjutan harga gas bumi tertentu (HGBT) atau gas murah 6 dollar AS - 6,5 dollar AS per MMbtu.

“Kalau RPP tadi disetujui dan ditandatangani oleh Presiden Prabowo, itu akan jadi game changer, itu saya kira program HGBT tidak diperlukan lagi, karena semuanya sudah diatur secara rigid di RPP tersebut, itu sudah menjamin," jelasnya.


Menperin Agus menambahkan, Kemenperin tetap berkomitmen untuk melaksanakan program hilirisasi. “Program hilirisasi tidak hanya difokuskan pada beberapa komoditas saja, tetapi juga dilakukan pada seluruh komoditas yang dapat menciptakan nilai tambah, yang pada gilirannya akan menciptakan lapangan pekerjaan,” terangnya.

Strategi selanjutnya, pembangunan industri ke depan harus ditujukan untuk memperdalam struktur industri dari hulu ke hilir, serta didasarkan pada ketersediaan sumber daya alam yang melimpah. “Sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam dan pasar domestik yang besar, Indonesia selalu memiliki potensi besar menjadi negara industri maju dunia,” imbuhnya.

Untuk itu, diperlukan sinergi antara Kemenperin bersama pemangku kepentingan mulai dari penyusunan kebijakan industri dan perdagangan, penguatan rantai pasok, pembinaan SDM, fasilitasi pembiayaan, hingga pengembangan riset dan teknologi.

“Dengan demikian, pada akhirnya sektor industri manufaktur nasional diharapkan benar-benar mampu menjadi tulang punggung ekonomi nasional yang kuat dan berhasil menghantarkan Indonesia pada pencapaian target pertumbuhan ekonomi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Menperin.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza. Dia bilang industri manufaktur masih menjadi adalan. “Industri seperti jantung yang harus mengalirkan darah, memberikan oksigen ke seluruh tubuh. Jadi, mau tidak mau harus diperkuat dan diberikan suntikan vitamin dan suplemen supaya tetap kuat dan berkembang,” paparnya.

Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto kembali menunjuk Agus Gumiwang Kartasasmita menjadi Menteri Perindustrian di Kabinet Merah Putih. Menperin Agus sebelumnya juga menempati posisi yang sama di era Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga menunjuk Faisol Riza menjadi Wakil Menteri Perindustrian.

#jakarta #menperin #agus-gumiwang-kartasasmita #pertumbuhan-ekonomi-8-persen #hilirisasi

https://money.kompas.com/read/2024/10/23/140000226/jadi-menteri-perindustrian-lagi-ini-upaya-agus-gumiwang-untuk-topang-target