Tiga BUMN Besar Teken MoU, Ada PTBA dan Semen Baturaja (SMBR)
Tiga perusahaan BUMN besar meneken nota kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan kapasitas bongkar batu bara area Kertapati, Palembang, Sumsel. - Halaman all
(InvestorID) 23/10/24 13:50 16886332
JAKARTA, investor.id – Tiga perusahaan BUMN besar meneken nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk meningkatkan kapasitas bongkar batu bara area Kertapati, Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel).
Ketiga BUMN itu adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI, dan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR). MoU ditandatangani oleh Direktur Pengembangan Usaha PTBA Rafli Yandra, Direktur Pengembangan Usaha & Kelembagaan PTA Rudi As Aturridha, dan Direktur Operasi SMBR Muhammad Syafitri di Signature Lounge SIG, Jakarta, Selasa (22/10/2024).
Kerja sama tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas bongkar batu bara di area Kertapati, Palembang, Sumsel. Selain itu, kerja sama ini juga untuk memaksimalkan potensi masing-masing perusahaan, dengan prinsip saling menguntungkan dan sesuai tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
Direktur Pengembangan Usaha PTBA Rafli Yandra menyampaikan, sinergi ini merupakan bagian dari upaya PTBA dalam meningkatkan kapasitas angkutan batu bara.
"Kerja sama ini adalah langkah strategis bagi kami untuk memperkuat pilar logistik dan infrastruktur. Melalui peningkatan kapasitas logistik, kami dapat berkontribusi lebih besar dalam menghadirkan energi tanpa henti untuk negeri," kata Rafli dalam keterangan resminya, Rabu (23/10/2024).
Dengan cadangan batu bara sebesar 2,98 miliar ton dan sumber daya 5,81 miliar ton, PTBA merupakan salah satu pengelola kekayaan batu bara terbesar di Indonesia. Dengan demikian, peningkatan kapasitas logistik merupakan langkah penting untuk mempercepat monetisasi cadangan batu bara dan menjaga ketahanan energi nasional.
Direktur Utama SMBR Suherman Yahya menambahkan, kerja sama ini merupakan langkah strategis sinergi antar BUMN. "Semen Baturaja mendukung kolaborasi ini untuk memperkuat keberlanjutan pasokan bahan baku energi. Sinergi ini juga berkontribusi pada efisiensi operasional dan berdampak positif bagi perekonomian daerah serta pembangunan infrastruktur nasional," ujarnya.
Tuntas 2027
Sementara, KAI berkolaborasi dengan PTBA dan SMBR untuk meningkatkan kapasitas angkut batu bara di Kertapati yang ditargetkan tuntas pada 2027. Ini dilakukan, mengingat pentingnya pengembangan area bongkar muat batu bara dan semen di wilayah Divre III Palembang untuk mendukung kebutuhan energi dan infrastruktur nasional.
Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, KAI mencatat kinerja positif pada angkutan barang selama periode Januari hingga September 2024, di mana KAI mengangkut 50.987.328 ton barang atau meningkat 8% dibanding periode yang sama Januari hingga September 2023 sebanyak 47.174.683 ton barang.
Angkutan batu bara mendominasi dengan total 40.828.696 ton atau 80% dari keseluruhan angkutan barang KAI. Angkutan barang dengan kereta api memiliki berbagai keunggulan seperti ketepatan waktu, keamanan, kapasitas besar, bebas pungutan liar, dan dikelola oleh SDM yang profesional.
Kelebihan lainnya adalah angkutan barang dengan kereta api mampu mengangkut dengan kapasitas yang sangat besar. Satu gerbong bisa mengangkut 50 ton atau seukuran 2 truk kontainer. Bahkan, satu rangkaian KA angkutan batu bara di Sumatra Selatan dapat menarik 61 gerbong atau 3.000 ton sekaligus. Jika diangkut truk butuh kurang lebih 120 truk.
"Angkutan barang dengan kereta api tentunya lebih mendukung efisiensi biaya logistik, mengurangi kemacetan dan polusi yang mendukung keberlanjutan lingkungan," tutup Didiek.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #ptba #bukit-asam #semen-baturaja #smbr #kereta-api-indonesia #kai #bumn #kertapati-palembang #bongkar-batu-bara #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/377682/tiga-bumn-besar-teken-mou-ada-ptba-dan-semen-baturaja-smbr