S&P Global Rilis Peringkat ESG GoTo, Grab, dan Sea, Siapa yang Unggul?
S&P memberikan skor dengan menggunakan sistem penilaian yang dikembangkan guna menilai kinerja ESG perusahaan dunia. Halaman all
(Kompas.com) 23/10/24 15:45 16892151
JAKARTA, KOMPAS.com - S&P Global Ratings, perusahaan pemeringkatan yang merupakan bagian dari S&P Global, baru saja merilis skor peringkat Environment, Social, Governance (ESG) kepada beberapa perusahaan teknologi yang beroperasi di Indonesia.
Beberapa di antaranya PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Grab Holdings Limited, dan induk Shopee, Sea Limited.
S&P memberikan skor dengan menggunakan sistem penilaian yang dikembangkan guna menilai kinerja ESG perusahaan dunia.
SHUTTERSTOCK/CHAYANUPOL Ilustrasi Environmental, Social, and Corporate Governance (ESG).Hasilnya, S&P dalam situs resminya, Rabu (23/10/2024), menyebutkan skor GoTo yakni 44 dari 100 (44/100). Sedangkan Grab mendapatkan nilai lebih rendah yakni 28/100 dan Sea Limited yakni 21/100.
Secara global, skor induk perusahaan Google yakni Alphabet Inc lebih tinggi yakni 47/100, sementara induk Whatsapp, Facebook, dan Instagram yakni Meta Platform mendapatkan skor lebih rendah yakni 30/100.
Sebelumnya dalam sebuah wawancara, Head of Sustainability of GoTo Group Tanah Sullivan sudah menegaskan bahwa perusahaan bertanggung jawab kepada semua pemangku kepentingan (stakeholders) guna menciptakan nilai lebih dan dampak positif yang berarti, dapat diukur, dan juga kredibel.
“Ada empat pendekatan keberlanjutan, yakni berkelanjutan itu ada dalam infrastruktur GoTo, keberlanjutan menggunakan best practices global dan di industri yang disesuaikan dengan konteks yang unik serta realita operasional kami, berkelanjutan tidak menambah biaya, dan terakhir, berkelanjutan menjadi pedoman (north star) untuk perusahaan,” kata Tanah.
Lebih lanjut menurut S&P, skor ESG ini untuk mengukur sejauh mana kinerja dan pengelolaan risiko perusahaan, peluang, serta dampak ESG yang material bagi lingkungan dan sosial.
SHUTTERSTOCK/DEEMERWHA STUDIO Ilustrasi Environmental, Social, and Corporate Governance (ESG).Adapun metode penilaian S&P ini mengacu pada kombinasi pengungkapan perusahaan, analisis media dan pemangku kepentingan, pendekatan pemodelan, serta keterlibatan perusahaan secara mendalam melalui penilaian keberlanjutan perusahaan atau Corporate Sustainability Assessment (CSA).
Menurut S&P, GoTo, Grab, Alibaba, dan Alphabet adalah perusahaan responden dari survei CSA sehingga skor ESG perusahaan-perusahaan tersebut mengacu pada jawaban terhadap penilaian kuesioner dan metodologi dalam CSA, ditambah informasi publik, dan pendekatan pemodelan.
Sementara itu, ada juga metode lain jika perusahaan tidak menjadi partisipan aktif dari survei CSA dari S&P, seperti Sea. Dengan demikian skor ESG kategori ini didasarkan pada informasi publik dan pendekatan pemodelan.
Ada beberapa kriteria yang dinilai tergantung dengan sektornya, di antaranya hubungan pelanggan, praktik pekerja, manajemen SDM, HAM, strategi mengatasi perubahan iklim, packaging, manajemen risiko dan krisis, manajemen supply chain, sampah dan polusi, hingga etika bisnis.
S&P Global memilih kriteria yang paling relevan dalam setiap dimensi keberlanjutan berdasarkan bobot dalam penilaian dan signifikansinya saat ini atau yang diharapkan bagi industri.
Skor paling tinggi GoTo yakni sampah dan polusi dengan skor 69/95, melebihi nilai rata-rata (mean) industri 24/100.
Kriteria lain dengan nilai tinggi yakni manajemen SDM 49/100, melebihi rata-rata industri 30/100. Sedangkan kriteria lainnya yakni strategi perubahan iklim 89/100 dan manajemen risiko dan krisis 51/100.
Sementara skor paling tinggi untuk Grab yakni hubungan pelanggan 31/100, hubungan komunitas 37/100, dan strategi mengatasi iklim 29/100. Untuk Sea, skor di antaranya untuk kriteria cyber security 36/100, hubungan pelanggan 15/100, hubungan pemerintahan 33/100, dan strategi perubahan iklim 8/100.
S&P menilai skor ESG memungkinkan investor untuk membandingkan perusahaan dalam sektor yang sama.
Skor ini sering digunakan oleh investor yang menggabungkan faktor ESG dalam keputusan investasi mereka untuk mengidentifikasi perusahaan yang menjadi pemimpin dalam keberlanjutan dan yang mungkin menghadapi risiko ESG yang lebih tinggi.