Aset Sucofindo Capai Rp 4,9 Triliun Per September 2024
Sucofindo berperan dalam mendukung produk industri Indonesia memenuhi standar kualitas nasional dan internasional. Halaman all
(Kompas.com) 23/10/24 17:17 16898626
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sucofindo mencatatkan peningkatan aset dari tahun ke tahun. Hingga September 2024, di usia ke-65 tahun, total aset Sucofindo mencapai Rp 4,9 triliun.
Direktur Utama Sucofindo Jobi Triananda mengatakan, sebagai bagian dari Holding BUMN Jasa Survei atau IDSurvey, Sucofindo berperan dalam mendukung produk industri Indonesia memenuhi standar kualitas nasional dan internasional.
"Kami berkomitmen penuh untuk menjadi bagian penting dalam transformasi industri Indonesia meningkatkan daya saingnya untuk perlindungan konsumen dan kualitas global," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (23/10/2024).
Sucofindo mendukung hilirisasi industri melalui berbagai layanan testing, inspection, and certification (TIC), seperti sertifikasi dan pengujian produk/bahan baku dan sertifikasi sistem manajemen, verifikasi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), sertifikasi SNI, monitoring dan audit lingkungan.
Selain itu, menyediakan layanan konsultansi kepada berbagai sektor industri untuk peningkatan daya saingnya dan keberlanjutan.
Peran strategis yang dijalankan perusahaan pun menghasilkan pertumbuhan yang konsisten dalam pengelolaan aset.
Pada 2019, Sucofindo mencatatkan aset Rp 3,6 triliun yang merupakan hasil dari ekspansi bisnis layanan jasa inspeksi, pengujian, dan sertifikasi di berbagai sektor industri.
Lalu di 2022, aset perusahaan meningkat menjadi sebesar Rp 4,2 triliun. Hal tersebut didorong oleh diversifikasi layanan di berbagai sektor, seperti mineral dan batu bara, minyak dan gas, hingga pembangkit listrik.
Sementara di 2023, perusahaan meningkatkan total asetnya menjadi Rp 4,6 triliun dari hasil jasa inspeksi, supervisi, dan pengujian produk batubara, analisis dan monitoring kualitas air limbah, termasuk air laut, dan verifikasi peralatan industri migas.
"Kemudian di tahun 2024 sampai dengan realisasi September 2024, total aset Sucofindo mencapai Rp 4,9 triliun. Peningkatan ini masih didominasi oleh sektor mineral dan batubara," ungkap Jobi.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Sucofindo Evi Afiatin menambahkan, kinerja perusahaan juga tercermin dari pendapatan di 2023 yang mencapai Rp 3,04 triliun dengan laba bersih Rp 401 miliar.
Kinerja keuangan itu meningkat dibandingkan dengan 2022 yang sebesar Rp 2,9 triliun dan laba bersih sebesar Rp 351 miliar.
Pencapaian itu, kata Evi, tak lepas dari strategi jangka panjang perusahaan yang fokus pada inovasi layanan mendukung tata kelola pertambangan yang bertanggung jawab, digitalisasi, serta penguatan portofolio jasa green di sektor-sektor kunci seperti energi terbarukan dan infrastruktur.
"Kami percaya bahwa dengan tetap fokus pada inovasi dan kualitas layanan, Sucofindo akan terus mencatatkan pertumbuhan yang signifikan di tahun-tahun mendatang, sekaligus mendukung transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri dan peningkatan daya saing produk nasional," tutup Evi.