Diversifikasi Bisnis Petrindo Jaya Kreasi (CUAN)
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) atau PJK secara agresif menciptakan mesin-mesin pencetak uang baru dengan melakukan diversifikasi usaha. - Halaman all
(InvestorID) 24/10/24 05:15 16916387
JAKARTA, investor.id – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) atau PJK secara agresif menciptakan mesin-mesin pencetak uang baru dengan melakukan diversifikasi usaha di luar bisnis pertambangan batu bara termal (thermal coal).
“PJK saat ini terus berupaya mengembangkan bisnis lain di luar pertambangan batu bara termal,” ucap Direktur Utama Petrindo Michael dalam paparan publik, Rabu (23/10/2024).
Upaya diversifikasi itu, Petrindo wujudkan salah satunya melalui anak usaha yang sudah beroperasi yakni PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) dengan menggarap bisnis batu bara metalurgi (metallurgical coal). Bahkan, Michael menyebut, MUTU sudah melakukan initial shipment sejak September lalu.
Dengan pencapaian itu, Michael menginginkan, MUTU lewat bisnisnya di batu bara metalurgi dapat memberikan kontribusi positif kepada pendapatan Petrindo ke depan.
Apalagi, dalam jangka panjang pertumbuhan permintaan dan penawaran terhadap batu bara metalurgi akan positif dan stabil lantaran dipakai sebagai komponen utama irreplaceable dalam produksi baja.
Katalis lain yang mendukung bisnis batu bara metalurgi adalah India. Negeri di Asia Selatan ini akan menjadi driver utama pertumbuhan permintaan batu bara metalurgi untuk memenuhi keperluan produksi baja selama dekade berikutnya, melampaui China dan Jepang.
Belum lagi, faktor terbatasnya cadangan sumber tambang batu bara metalurgi dari Austalia sebagai supplier utama di pasar Seaborne, sehingga hal ini bakal menguntungkan penjualan batu bara metalurgi CUAN.
Sumber pendapatan yang akan menjadi lahan pundi-pundi CUAN berikutnya adalah bisnis jasa pertambangan dan energi lewat kontribusi anak usahanya, PT Daya Bumindo Karunia (DBK).
Michael menyatakan, Petrindo akan mengakselerasi pengembangan dan pembangunan infrastruktur agar tahun depan DBK dapat memulai produksi dan memberikan pendapatan kepada perseroan.
Bisnis Anorganik
Di luar bisnis organik, portofolio pertambangan milik konglomerat Prajogo Pangestu tersebut juga mengaku terbuka terhadap potensi-potensi yang bersifat anorganik.
“Sampai saat ini, kami masih menjalankan proses due diligence ataupun proses-proses identifikasi atas potensi-potensi yang ada. Namun, hingga sekarang belum terdapat keterbukaan informasi yang bisa kami sampaikan,” tutur dia.
Walau demikian, Michael memastikan, hal tersebut tidak mengurangi target dan rencana Petrindo untuk mengembangkan proyek-proyek eksisting termasuk tambang emas CUAN di Sumbawa.
“Kami akan tetap melakukan eksplorasi di tambang emas supaya perseroan dapat menjalankan proses diversifikasi,” ujarnya.
Direktur Petrindo Daniel Lopez Laurente Jr. melengkapi, di luar bsisnis batu bara termal, batu bara metelurgi dan emas, Petrindo juga mempunyai entitas anak bernama PT Silika Salut Jaya (SSJ), yang bergerak di tambang silika.
Selepas diambilalih pada September 2023, Daniel mengungkapkan, saat ini progres tambang silika masih dalam tahap uji kelayakan (feasibility studies/FS) dan proses produksi akan dimulai bersamaan dengan terbitnya hasil FS tersebut.
“Jadi, saat ini perusahaan melihat ada dua proyek strategis yang akan menjadi fokus pengembangan Petrindo pada 2024-2025. Pertama, proyek DBK dan Bara International (BI) yang kami targetkan mulai produksi pada 2025 dalam bentuk cokingcoal atau metallurgical coal. Kedua, tambang emas melalui PT Intam yang sudah mendapatkan izin usaha pertambangan (IUP) dan sedang dalam tahap eksplorasi,” beber Daniel.
Strategi diversifikasi Petrindo ini terbilang berhasil terlihat dari sumber pendapatan CUAN berdasarkan jenis mineral yang semakin hari kian beragam. Hingga semester I-2024, CUAN membukukan pendapatan dari bisnis batu bara termal menjadi 56% dari sebelumnya 100%.
Diikuti, pendapatan dari sektor emas dan tembaga sebesar 27%, batu bara metalurgi sebesar 11%, dan minyak dan gas sebesar 7%. Komposisi tersebut berubah signifikan dibanding tahun lalu yang 100% pendapatan CUAN hanya berasal dari bisnis batu bara termal.
Sementara dilihat dari pendapatan Petrindo diukur dari lini bisnisnya, maka didapatkan bisnis batu bara Petrindo menyumbang sebesar 38%, rekayasa konstruksi sebesar 30%, kontrak pertambangan sebesar 28%, dan 4% untuk lini bisnis jasa.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #cuan-saham #petrindo #prajogo-pangestu #diversifikasi-bisnis-cuan #petrindo-jaya-kreasi-cuan #mutu #batu-bara-termal #batu-bara-metalurgi #tambang-emas-cuan #berita
https://investor.id/market/377765/diversifikasi-bisnis-petrindo-jaya-kreasi-cuan