Wall Street Tumbang Serentak, Dihajar Lonjakan Imbal Hasil Obligasi AS

Wall Street Tumbang Serentak, Dihajar Lonjakan Imbal Hasil Obligasi AS

Wall Street tumbang serentak pada Rabu (23/10/2024), Dow Jones catat hari terburuk, dihajar lonjakan imbal hasil obligasi AS - Halaman all

(InvestorID) 24/10/24 04:20 16916389

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street tumbang serentak pada Rabu (23/10/2024). Bahkan, Dow Jones Industrial Average mencatatkan hari terburuknya dalam lebih dari sebulan. Hal itu karena dihajar lonjakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 jatuh 0,92% dan ditutup di level 5.797,42. Sementara itu, Dow Jones terpangkas 409,94 poin atau 0,96%, berakhir di posisi 42.514,95. Ini merupakan penurunan harian terbesar bagi indeks saham blue chip sejak awal September. Sedangkan Nasdaq Composite ambles 1,6%, ditutup pada 18.276,65.

Ini memperpanjang penurunan Dow Jones maupun S&P 500 dalam tiga hari berturut-turut.

Selama sesi perdagangan, imbal hasil obligasi AS acuan 10 tahun melonjak hingga mencapai 4,25%, yang merupakan level tertingginya sejak 26 Juli. Imbal hasil obligasi terus meningkat dalam sebulan terakhir, meskipun Federal Reserve telah mulai menurunkan suku bunga sejak September.

Beberapa analis menyebut data ekonomi terbaru sebagai penyebab melonjaknya imbal hasil obligasi AS. Sementara yang lain memperkirakan defisit fiskal AS yang tumbuh di bawah kepemimpinan Donald Trump dapat menjadi faktor pendorong.

"Menurut saya, ini semua berkaitan dengan dampak suku bunga tinggi. Pasar sedang menyesuaikan kemungkinan bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga yang agresif," kata Brent Schutte, Kepala Investasi di Northwestern Mutual Wealth Management.

Ekonomi Tidak Seimbang

Menurut Schutte, ada beberapa sektor ekonomi yang belum terdampak kenaikan suku bunga, tetapi semakin lama suku bunga tinggi bertahan, semakin banyak sektor ekonomi yang harus menyesuaikan diri dengan kenyataan tersebut. “Ekonomi sedang tidak seimbang," ujarnya.

Schutte menambahkan, bagian pasar ekuitas AS yang paling dinilai berlebihan adalah saham berkapitalisasi besar, dan ia memprediksi pasar akan mengalami koreksi jangka pendek karena risiko resesi masih membayangi.

Pada Rabu, saham perusahaan teknologi raksasa tertekan. Saham Apple dan Nvidia turun lebih dari 2%, sementara saham Meta Platforms merosot 3%. Saham Netflix dan Amazon juga mengalami penurunan sekitar 2%.

Di antara anggota Dow Jones, saham McDonald’s anjlok lebih dari 5%. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan pada Selasa malam (22/10/2024) bahwa wabah E coli yang terkait dengan burger Quarter Pounder McDonald’s telah menyebabkan 10 orang dirawat di rumah sakit dan satu korban meninggal dunia.

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #wall-street #dow-jones #s-p-500 #nasdaq #imbal-hasil-obligasi-as #suku-bunga-tinggi #the-fed #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/377766/wall-street-tumbang-serentak-dihajar-lonjakan-imbal-hasil-obligasi-as