Pelemahan IHSG Berlanjut, Jangan Khawatir Cuan Menanti dari ISAT hingga BBCA
Pilarmas memprediksi IHSG hari ini melanjutkan pelemahan, merekomendasikan jangan khawatir cuan menanti dari ISAT hingga BBCA. - Halaman all
(InvestorID) 24/10/24 07:03 16927870
JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi Indeks harga saham gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada Kamis (24/10/2024). IHSG hari ini diperkirakan bergerak pada rentang support dan resistance di level 7.675 – 7.830. Perusahaan efek itu merekomendasikan jangan khawatir cuan menanti dari ISAT hingga BBCA.
Pada perdagangan Rabu (23/10/2024), IHSG ditutup melemah sebesar 1,42 poin (0,02%) ke level 7.787. Sebagian besar sektor saham melemah dan pelemahan terdalam terjadi pada sektor sektor properti yang jatuh 1,04%.
Pilarmas menjelaskan, CEO Bank of America Corp. untuk The Fed. Brian mengatakan bahwa The Fed harus sudah mulai mempertimbangkan besaran terkait dengan potensi pemangkasan tingkat suku bunga. Tentu hal ini menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar dan investor, dimana seberapa jauh dan seberapa cepat, The Fed dalam memangkas tingkat suku bunga, hal ini akan menentukan langkah dari semua bank sentral di seluruh dunia.
“Kami melihat pandangan Brian terkait dengan pemangkasan tingkat suku bunga bukanlah sesuatu yang salah, karena Bank Sentral Fed San Fransisco, Maria Daly pun mengatakan hal yang sama dimana The Fed akan memangkas tingkat suku bunga lebih lanjut untuk mencegah pelemahan di pasar tenaga kerja,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Kamis (24/10/2024).
Sementara itu, Pilarmas mengatakan, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap stabil di 5,0% pada 2024 dan sedikit meningkat menjadi 5,1% pada 2025 dan 2029. Proyeksi ini tercantum dalam World Economic Outlook edisi Oktober 2024 yang berjudul "Policy Pivot, Rising Threats". Meskipun Presiden Prabowo Subianto bercita-cita mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8%, proyeksi IMF menunjukkan bahwa target tersebut masih sulit tercapai.
Selain itu, IMF memproyeksikan inflasi Indonesia akan stabil di 2,3% pada 2024, neraca transaksi berjalan diperkirakan turun 1%, dan tingkat pengangguran sebesar 5,2%. “Akankah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dapat mematahkan prediksi IMF? Kami pun masih merasa sanksi, tapi bukan berarti tidak optimis. Karena bagi kami, optimis boleh namun harus realistis,” jelas Pilarmas.
Pilarmas merekomendasikan jangan khawatir cuan menanti dari ISAT hingga BBCA, yaitu:
1. ISAT
- Last price: 2.470
- Support: 2.380
- Resistance: 2.560
- Target: 2.540
2. BBCA
- Last price: 10.650
- Support: 10.375
- Resistance: 10.900
- Target: 10.850
3. INCO
- Last price: 4.200
- Support: 4.100
- Resistance: 4.330
- Target: 4.300
4. CTRA
- Bukukan marketing sales atau prapenjualan sebesar Rp8,7 triliun hingga kuartal III/2024 atau tumbuh 11% secara tahunan dari realisasi Rp7,7 triliun per September 2023.
- Last Price: 1.355
- PBV : 1,22x
- Support: 1.330
- Resistance: 1.470
- Target: 1.440 (short term) 1.530 (long term)
- Exit : 1.290 (short term) 800 (long term)
5. BBCA
- Catat kenaikan laba bersih konsolidasian sebesar 12,8% secara tahunan (YoY) per kuartal III-2024.
- Last Price: 10.650
- PBV : 5,13x
- Support: 10.375
- Resistance: 10.900
- Target: 11.720
- Exit : 10.150
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #ihsg #ihsg-hari-ini #indeks-harga-saham-gabungan #pilarmas #saham-cuan #rekomendasi-saham #isat #bbca #berita-ekonomi-terkini