Indonesia, Malaysia, dan Singapura Gelar Pertemuan Bahas Keselamatan Pelayaran di Selat Malaka Halaman all

Indonesia, Malaysia, dan Singapura Gelar Pertemuan Bahas Keselamatan Pelayaran di Selat Malaka Halaman all

Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari tiga negara pantai, yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura, dan sejumlah lembaga maritim. Halaman all?page=all

(Kompas.com) 24/10/24 19:47 16946250

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia menjadi tuan rumah Pertemuan Tripartite Technical Experts Group (TTEG) Meeting on the Safety of Navigation in the Straits of Malacca and Singapore, yang diselenggarakan di Bali pada Rabu (23/10/2024) hingga Kamis (24/10/2024).

Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari tiga negara pantai, yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura, dan sejumlah lembaga maritim.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Kenavigasian Budi Mantoro. Budi menekankan kembali pentingnya Selat Malaka dan Selat Singapura bagi pelayaran internasional.

Dengan demikian, pada tahun 1975, Indonesia, Malaysia dan Singapura membentuk forum TTEG sebagai salah satu wujud komitmen ketiga negara pantai tersebut dalam menjamin keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim, serta untuk memfasilitasi pergerakan lalu lintas kapal di kedua selat itu.

Dia menyatakan, sejak terbentuknya TTEG, ketiga negara pantai telah bekerja sama dengan baik menghasilkan berbagai inisiatif, seperti aturan bagi pergerakan kapal di kedua selat, Sistem Rute kapal yang tergabung dengan Skema Pemisahan Lalu Lintas/Traffic Separation Scheme (TSS), dan juga Sistem pelaporan kapal wajib/mandatory ship reporting system (STRAITREP).

“Inisiatif-inisiatif kunci tersebut sekarang ini telah diimplementasikan lebih lanjut di Selat Malaka dan Selat Singapura serta mendapatkan pengakuan dari komunitas pelayaran global,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Kamis.

Menurut Budi, pada pertemuan TTEG ini, Indonesia turut serta secara aktif membahas dan memberi masukan terkait keselamatan pelayaran di Selat Malaka dan agenda lain yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

"Kami memberikan beberapa masukan antara lain tentang hasil studi untuk revitalisasi Data Center Marine Electronic Highway (MEH) yang telah diselesaikan pada tahun 2023. Adapun pekerjaan revitalisasi akan dimulai pada kuartal 1 tahun 2025. Selain itu, kami juga menyampaikan bahwa terdapat tantangan terkait dengan peralatan yang sudah ketinggalan zaman mengingat MEH Data Centre didirikan pada tahun 2012," terang Budi.

#selat-malaka #selat-singapura #pelayaran #lalu-lintas-kapal

https://money.kompas.com/read/2024/10/24/194700626/indonesia-malaysia-dan-singapura-gelar-pertemuan-bahas-keselamatan-pelayaran?page=all