Kisah Srikandi Damkar Kota Bogor, Ketangguhan di Balik Api dan Bara

Kisah Srikandi Damkar Kota Bogor, Ketangguhan di Balik Api dan Bara

Di tengah kepulan asap dan panasnya api, para petugas damkar tak hanya bertaruh nyawa, tetapi juga tantangan lain dari berbagai sisi. Halaman all

(Kompas.com) 25/10/24 05:03 16956738

BOGOR, KOMPAS.com - Di tengah kepulan asap dan panasnya kobaran api, para petugas pemadam kebakaran tak hanya harus berhadapan dengan ancaman nyawa, tetapi juga tantangan yang seringkali datang dari berbagai sisi.

Ada para perempuan pemberani yang tergabung dalam tim Dinas Pemadaman Kota Bogor, salah satunya Vivi (27).

Bagi Vivi, menghadapi situasi penuh tekanan adalah hal yang biasa.

Bersama timnya, Vivi telah menghadapi berbagai kebakaran besar. Salah satunya kebakaran di wilayah Tajur yang menghanguskan delapan kios, motor, rumah, dan bahkan gerobak bakso pada Selasa (22/10/2024).

Tidak hanya panasnya api yang harus mereka hadapi, tetapi angin yang kencang membuat bara api beterbangan hingga menyambar rumah-rumah penduduk di sekitarnya.

“Kondisi di lapangan saat itu sulit. Angin besar, api cepat membesar. Kami harus fokus menurunkan selang dan menyiapkan peralatan secepat mungkin, sambil memastikan keselamatan diri,” ujar Vivi saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis (24/10/2024).

Namun, tantangan di lapangan tak berhenti pada api dan angin saja.

Ketika tim pemadam sibuk berjuang memadamkan kobaran api, warga yang panik justru melempari batu ke arah mereka.

Vivi dan rekannya Yunita (25) tidak tahu pasti siapa yang melempar, tetapi insiden itu menjadi pengalaman pahit yang tak terlupakan.

“Kami tidak tahu siapa yang lempar batu, hanya bisa fokus padamkan api. Orang-orang mungkin panik, tapi lempar batu? Itu sangat menyulitkan kami yang sedang bekerja,” kata dia.

Masyarakat yang kerap kali panik dan terlambat melaporkan kebakaran menjadi salah satu kendala lain yang sering dihadapi petugas damkar.

Meskipun standard operating producer (SOP) menuntut tim damkar untuk tiba di lokasi dalam waktu 15 menit setelah laporan diterima, seringkali api sudah terlanjur besar saat mereka sampai.

“Banyak yang baru melapor saat api sudah besar. Kalau dari awal sudah cepat lapor, mungkin kebakaran bisa lebih cepat ditangani,” jelas Vivi.

Meskipun begitu, tidak ada keluhan berarti dari Vivi dan timnya.

Mereka paham bahwa tugas mereka bukan hanya soal memadamkan api, tapi juga menyelamatkan nyawa dan aset masyarakat.

Tak jarang, meski menghadapi rintangan fisik seperti keterbatasan air atau medan yang sulit. Namun, mereka tetap bertahan.

“Kadang air di lokasi tidak cukup, atau medan yang terhalang membuat kami lebih lambat. Tapi kami selalu dibantu damkar dari wilayah lain, termasuk dari kabupaten. Solidaritas di antara sesama tim pemadam kebakaran sangat kuat, itu yang membuat kami tetap bisa menghadapi setiap tantangan,” tutur Vivi.

Sebagai petugas pemadam kebakaran perempuan, Vivi menyadari bahwa dirinya harus selalu siap secara fisik dan mental.

Tugas memadamkan api bukanlah pekerjaan ringan, terlebih lagi bagi para perempuan yang harus membagi waktu antara tugas berat dan kehidupan pribadi.

Meski jadwal kerjanya berbeda dengan rekan-rekan laki-laki yang siaga 24 jam, Vivi tetap merasa bahwa panggilan tugas selalu ada kapan saja.

“Walaupun perempuan, kami tetap harus siap kapan pun. Kalau ada kejadian sore atau malam, kami tetap ikut, tidak ada pengecualian,” ungkapnya.

Vivi menegaskan bahwa di balik semua tantangan yang dihadapi, ada kepuasan tersendiri ketika api berhasil dipadamkan dan nyawa bisa diselamatkan.

“Setiap kebakaran selalu membawa pengalaman baru. Momen-momen di lapangan tak pernah bisa dilupakan, dari solidaritas tim, sampai rasa bangga ketika berhasil menyelamatkan nyawa orang lain,” tuturnya.

Vivi dan para serikandi damkar lainnya adalah bukti nyata bahwa ketangguhan dan keberanian tidak mengenal gender.

Dengan segala keterbatasan dan tantangan yang ada, mereka terus berada di garis depan, menghadapi api dan bara, demi satu tujuan yaitu melindungi masyarakat dari bahaya yang tak terduga.

#cerita-pemadam-kebakaran #cerita-petugas-damkar

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/10/25/05030031/kisah-srikandi-damkar-kota-bogor-ketangguhan-di-balik-api-dan-bara