Cerita Warga Dusun di Lombok Timur yang Kekurangan Air Bersih Sejak Lahir
Setiap harinya, Ani dan keluarganya harus irit-irit menggunakan air bersih, Apalagi saat musim kemarau melanda wilayah itu. Halaman all
(Kompas.com) 25/10/24 08:47 16961849
LOMBOK, KOMPAS.com - Samsuryani (37), warga Dusun Montong Orang, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, mengaku mengalami kekurangan air bersih sejak lahir.
“Sudah lama (kurang air). dari saya lahir, kira-kira 1986 sudah kering,” kata wanita yang akrab disapa Ani saat ditemui di Kompas.com, Kamis (24/10/2024).
Setiap harinya, Ani dan keluarganya harus irit-irit menggunakan air bersih, Apalagi saat musim kemarau melanda wilayah itu.
“Air sedikit mandinya seadanya. (Sumur) ada air, tapi cuma sedikit. Kalau kemarau airnya kering. Ada air tapi sedikit-sedikit,” kata dia lagi
Ani bercerita, setiap hari, keluarganya yang berjumlah lima orang harus berbagi air yang banyaknya hanya 4-5 ember.
Jika sumurnya kering, Ani harus membeli air tangki yang harganya mencapai Rp 150.000 per tangki. Air bersih itu ini dapat bertahan hingga satu minggu untuk mandi, mencuci, dan memasak.
“Kalau minum beli air galon. Satu galon Rp 5.000. Seminggu 2 galon isi ulang,” lanjut Ani.
Sama seperti kebanyakan warga dusun lainnya, Ani bekerja sebagai petani tembakau. Untuk mengairi sawahnya, Ani harus terlebih dahulu menadah air hujan.
“Saya ada penampung (air hujan) di sawah, waktu hujan. Air sering ditampung kalau lagi musim hujan,” lanjut dia.
Untungnya, masa tanam tembakau dilakukan di beberapa bulan lalu yang masih masuk musim hujan. Sehingga, tembakau bisa tumbuh dan dipanen Ani menjelang akhir tahun.
Ibu tiga orang anak ini mengatakan, sejak dia lahir hingga sekarang, dirinya dan warga Dusun Montong Orang belum sekalipun mendapat bantuan dari pemerintah.
“Dari tahun 1980 enggak pernah ada sumbangan. Enggak ada air sumbangan, semua beli sendiri,” kata dia.
Bahkan, ketika masa kampanye pemilu, tidak ada satu pun pejabat yang datang ke kampungnya untuk melihat kondisi warga.
Ani berharap agar ada pihak-pihak yang mau peduli dengan warga sepertinya. Permintaan Ani sederhana, dia berharap air bisa mengalir hingga ke rumahnya.
“Mau air PAM, air bersih (sampai ke dusun). Saluran air bersih biar di rumah ada keran,” tutur Ani.
#kekeringan-di-lombok-timur #warga-lombok-timur-kekurangan-air-bersih