Harga Minyak Terpuruk lagi di Tengah Pembicaraan Gencatan Senjata Timur Tengah
Harga minyak mentah terpuruk lagi pada Kamis (24/10/2024). Di tengah laporan bahwa AS dan Israel mulai pembicaraan gencatan senjata di Gaza - Halaman all
(InvestorID) 25/10/24 05:11 16962401
NEW YORK, investor.id - Harga minyak mentah terpuruk lagi pada Kamis (24/10/2024). Di tengah perdagangan yang bergejolak, menyusul laporan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Israel berusaha memulai kembali pembicaraan gencatan senjata di Gaza.
Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup jatuh 58 sen (0,8%), menjadi US$ 74,38 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS terpangkas 58 sen (0,8%) menjadi US$ 70,19 per barel.
Pada awal sesi, kedua patokan harga minyak sempat naik lebih dari US$ 1 per barel karena kekhawatiran konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah dapat mengganggu pasokan minyak. Ditambah lagi, ketidakpastian menjelang pemilihan presiden AS pada 5 November mendatang.
"Kompleks energi terus berfluktuasi karena premi risiko Timur Tengah yang berkembang dan menyusut hampir setiap hari," kata analis dari firma penasihat energi Ritterbusch and Associates dalam sebuah catatan.
Setelah Iran meluncurkan rudal ke arah Israel pada 1 Oktober, minyak mentah Brent melonjak sekitar 8% selama minggu yang berakhir pada 4 Oktober, dipicu kekhawatiran Israel akan menyerang infrastruktur minyak Iran.
Namun, harga minyak turun sekitar 8% di minggu yang berakhir pada 18 Oktober setelah muncul laporan bahwa Israel tidak akan menargetkan infrastruktur energi, yang mengurangi ketakutan akan gangguan pasokan.
Iran, yang merupakan anggota OPEC, memproduksi sekitar 4 juta barel minyak per hari (bpd) pada 2023, menurut data Administrasi Informasi Energi AS. Pada 2024, Iran diperkirakan akan mengekspor sekitar 1,5 juta bpd, naik dari estimasi 1,4 juta bpd pada 2023.
Pemilu Presiden AS
Di sisi lain, ketidakpastian menjelang pemilihan presiden AS turut mempengaruhi pasar minyak. Pemerintahan Presiden Joe Biden terus mendorong perdamaian antara Israel dengan Hizbullah dan Hamas.
Sementara itu, mantan Presiden Donald Trump, yang memimpin dalam beberapa data pasar taruhan dibandingkan dengan Wakil Presiden Kamala Harris, telah mengusulkan untuk menjadikan AS sebagai pemasok minyak utama dunia, yang dapat menekan harga.
Di Eropa, aktivitas bisnis zona euro mengalami stagnasi bulan ini, tetap berada di wilayah kontraksi karena permintaan dalam dan luar negeri yang menurun, meskipun perusahaan hampir tidak menaikkan harga mereka.
Di Inggris, optimisme di antara perusahaan-perusahaan Inggris anjlok menurut dua survei yang diterbitkan, menjelang penyusunan anggaran pertama pemerintah baru.
Sementara itu, di AS, aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran secara tak terduga menurun pekan lalu, tetapi jumlah orang yang mengklaim tunjangan di pertengahan Oktober adalah yang tertinggi dalam hampir tiga tahun. Hal ini menunjukkan bahwa mereka yang kehilangan pekerjaan semakin sulit mendapatkan pekerjaan baru.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #minyak-mentah #brent #wti #gencatan-senjata-di-gaza #pemilihan-presiden-as #berita-ekonomi-terkini