Wall Street Menggeliat, Tapi Dow Jones Masih Merana

Wall Street Menggeliat, Tapi Dow Jones Masih Merana

Wall Street menggeliat pada Kamis (24/10/2024), bahkan S&P 500 mencatatkan hari positif pertama dalam sepekan. Namun, Dow Jones masih merana - Halaman all

(InvestorID) 25/10/24 04:45 16980046

NEW YORK, investor.id - Indeks-indeks Wall Street menggeliat pada Kamis (24/10/2024), bahkan S&P 500 mencatatkan hari positif pertama dalam sepekan setelah mengalami tekanan akibat kenaikan suku bunga. Namun, Dow Jones Industrial Average masih merana.

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 naik 0,21% ke level 5.809,86, mengakhiri tren penurunan selama tiga hari berturut-turut. Penguatan juga terjadi pada Nasdaq Composite sebesar 0,76% dan ditutup pada 18.415,49. Namun, Dow Jones malah turun 0,33%, turun 140,59 poin menjadi 42.374,36, melanjutkan pelemahan empat hari berturut-turut, yang pertama sejak Juni 2024.

Kenaikan terbesar di pasar saham dipimpin oleh Tesla, yang melonjak hampir 22% setelah membukukan hasil kuartal ketiga yang melampaui ekspektasi analis. Ini menjadi hari terbaik bagi Tesla sejak 2013.

Selain itu, saham Molina Healthcare juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 17,7% berkat laporan pendapatan dan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan. Saham Whirlpool dan UPS turut menguat setelah merilis laporan hasil kinerja yang positif.

Namun, kinerja Dow Jones terbebani oleh penurunan saham IBM, yang jatuh lebih dari 6% setelah pendapatan dari segmen konsultasinya gagal memenuhi perkiraan analis. Saham Boeing juga turun 1,2% akibat penolakan kontrak kerja baru oleh pekerja mesin mereka.

Hingga saat ini, sekitar 160 perusahaan di S&P 500 telah merilis laporan kuartalan, namun pertumbuhan pendapatan mereka dianggap mengecewakan. Menurut FactSet, tingkat pertumbuhan pendapatan gabungan untuk S&P 500 tercatat sebesar 3,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, lebih rendah dari proyeksi analis.

Imbal Hasil Turun

Sementara itu, imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) bergerak turun, mereda dari level tertinggi tiga bulan yang tercapai pada sesi sebelumnya. Pada Rabu (23/10/2024), imbal hasil obligasi AS 10 tahun mencapai level tertinggi 4,25%.

Ahli strategi investasi senior di US Bank Asset Management Rob Haworth mengatakan, tekanan di pasar datang dari sisi suku bunga. “Hal inilah yang benar-benar meredam semangat pasar ekuitas, dan berita pendapatan belum cukup besar untuk mendorong pasar ke level tertinggi baru. Kami juga belum melihat momentum yang seluas sebelumnya,” paparnya.

Pada Rabu, Wall Street runtuh, bahkan Dow Jones menderita penurunan terbesar satu hari sejak awal Desember, turun lebih dari 400 poin. Begitu juga S&P 500 yang jatuh hampir 1% dan Nasdaq tergerus 1,6%.

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #wall-street #dow-jones #nasdaq #s-p-500 #saham-tesla #tesla #imbal-hasil-obligasi-as #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/377886/wall-street-menggeliat-tapi-dow-jones-masih-merana