AQUA-UGM-Montpellier Serahkan Hasil Kajian Sumber Daya Air DAS Kedunglarangan ke Fordas Kabupaten Pasuruan
Danone AQUA lewat PT Tirta Investama - Pabrik Pandaan (AQUA Pandaan) bekerja sama dengan UGM serahkan kajian sumber daya air tanah. - Halaman all
(InvestorID) 25/10/24 19:35 16980051
PRIGEN, investor.id – Danone AQUA lewat PT Tirta Investama - Pabrik Pandaan (AQUA Pandaan) bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM), dan Universitas Montpellier Perancis menyerahkan hasil kajian sumber daya air tanah. Hasil kajian ini, jika diolah dengan baik, maka akan menjaga keseimbangan sumber daya air bagi semua pihak.
Hasil studi atau kajian ini nantinya akan bisa dimanfaatkan oleh semua pihak pemanfaat air di Pasuruan, menjadi baseline upaya konservasi di area hulu, maupun merencanakan intergrasi program pelestarian dari hilir maupun area tengah.
Pihaknya menggelar Seminar Hasil Kajian Kerja Sama Riset Sumber Daya Air Tanah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedunglarangan.
Kegiatan ini dihadiri juga oleh seluruh Pemangku kepentingan dan Pemanfaat air di Pasuruan seperti Forum DAS Pasuruan, pengelola Taman Hutan Rakyat, dinas-dinas terkait, komunitas pegiat lingkungan, perusahaan-perusahaan di Pasuruan, juga akademisi serta media.
Kajian ini bertujuan untuk memahami siklus air di DAS Kedunglarangan meliputi daerah resapan, perubahan tata guna lahan, dan neraca air tanah.
Data-data dan simpulan kajian tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah dan tahapan konservasi, juga menjadi dasar bagi pengembangan pertanian bagi seluruh masyarakat Pasuruan, khususnya di lereng timur Gunung Arjuno.
Pada kesempatan ini, Water Resources, Science & Process Technology Director Danone Indonesia Azwar Satrya mengatakan pengelolaan DAS secara kolektif merupakan langkah penting karena bisa memberikan dampak nyata yang luas.
“Hal ini juga sekaligus menyelaraskan semua pemangku kepentingan di satu kawasan. Penelitian kami mulai sejak 2020 dengan tantangan situasi pandemi. Bersyukur proses kajian ini bisa dilalui dengan baik dengan dukungan semua pihak,” terang Azwar lewat keterangan resmi yang diterima Jumat (25/10/2024).
“Kajian ini juga merupakan wujud kontribusi AQUA Pasuruan berkontribusi pada pelestarian lingkungan melalui basis keilmuan. Upaya tersebut juga menjadi pijakan semua pihak untuk bisa bersinergi. Tak lupa kami juga mengajak semua pemanfaat air di Pasuruan untuk bisa mewujudkan pengelolaan DAS dengan lebih bijak air di masa mendatang,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas LH Kabupaten Pasuruan Taufikhul Ghony sekaligus Ketua Forum DAS Kabupaten Pasuruan mewakili Pj. Bupati Pasuruan menyampaikan kajian lingkungan secara kelimuan seperti ini bisa jadi dasar kuat dalam menentukan kebijakan yang sesuai kebutuhan di Kabupaten Pasuruan.
“Kami telah berupaya mengembangkan kebijakan lingkungan yang mengatur industri untuk berkontribusi pada Upaya konservasi. Selain itu juga mewujudkan sistem pembayaran jasa lingkungan hidup. Peran serta semua pihak diperlukan,” lanjut Taufik.
“Jangan lupa dengan adanya Forum DAS, Pasuruan menjadi satu-satunya pemda yg inovatif dalam hal pengelolaan Sumber Daya Air. Semoga hasil kajian ini bisa menjadi komitmen bersama untuk menguatkan pelestarian lingkungan, khususnya di DAS Kedunglarangan,” tutur dia.
Pada kesempatan yang sama, Patrick Lachassagne dari Universitas Montpellier didampingi Heru Hendrayana dari UGM menyampaikan hasil kajian studi bersama ini dapat mengetahui daerah resapan.
Daerah resapan ini mencakup desa-desa seperti Tretes, Prigen, Pecalukan, Ledug, dan Dayurejo di ketinggian 500 meter (m) hingga 3.300 m.
Setalah mengetahui daerah resapan, maka dapat diketahui juga cadangan air tahunan pada Zona Tengah, termasuk mata air utama seperti Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Plintahan, Toyoarang, Durensewu, dan sumur bor yang banyak digunakan oleh industri.
Saat ini daerah resapan menghasilkan 1.200 liter air per detik, dengan 670 liter per detik mengalir dari mata air. Namun, penggunaan sumur bor meningkat 200% dari 2010 hingga 2020, mencapai 560 liter per detik, yang terbagi untuk tekstil, manufaktur, dan industri lainnya (54%), AMDK (21%), PDAM (13%), hotel dan perumahan (8%), serta air isi ulang (4%).
Manajemen air tanah yang baik akan membantu menstabilkan tren ini untuk menjaga keseimbangan sumber daya air bagi semua pihak.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #ugm #berita-ekonomi-terkini