Konsisten Perbaiki Kualitas, BTPN Syariah Bukukan Pembiayaan Rp 10,33 Triliun

Konsisten Perbaiki Kualitas, BTPN Syariah Bukukan Pembiayaan Rp 10,33 Triliun

BTPN Syariah terus berusaha menciptakan stabilisasi bisnis dengan berbagai program. - Halaman all

(InvestorID) 25/10/24 20:14 16982537

JAKARTA, investor.id – Di tengah situasi yang masih menantang bagi segmen ultramikro, kinerja PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah) pada kuartal III-2024 tercatat sesuai prediksi. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 771 miliar dengan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 10,33 triliun.

Sementara itu, pada 30 September 2023 rasio keuangan bank dengan kode saham BTPS ini tetap kuat, di mana return on asset (RoA) 6,1%. Selain itu, rasio kecukupan modal (CAR) 51,7% atau di atas rata-rata industri, sehingga ketahanan BTPN Syariah sangat terjaga. Hal ini membuat perseroan terbuka untuk memberikan opsi pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) tahun depan konsisten dengan yang diberikan di 2024.  

Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad menjelaskan, kinerja tersebut ditunjang oleh berbagai upaya yang dilakukan oleh perseroan untuk meningkatkan kualitas pembiayaan yang menjadi fokus bisnis, salah satunya dengan memberikan pelayanan tuntas kepada seluruh nasabahnya, mulai dengan memperkuat kembali perilaku unggul nasabah, hingga diberangkatkan umrah satu pesawat. Semua upaya disambut baik oleh nasabah.

“Perilaku unggul yang kembali diperkuat yakni BDKS; Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu, telah dibangun sejak pertama kali nasabah tertarik dengan produk dan layanan BTPN Syariah dan dipacu untuk menjadi kebiasaan sehari-hari nasabah,” jelas dia, Jumat (25/10/2024).

Adapun BDKS juga dinilai mampu menumbuhkan rasa solidaritas antarnasabah, sehingga terbangun rasa yang kuat untuk saling tolong menolong jika ada yang mengalami kesulitan. Pada akhirnya, jelas dia, nasabah yang memiliki perilaku unggul yang akan bertahan dan mampu melewati berbagai tantangan dalam menggunakan pembiayaan dan membesarkan usahanya.

“Penanaman perilaku unggul yang secara konsisten dilakukan dalam sebuah kumpulan rutin yang bertemu setiap dua minggu sekali ini disebut pertemuan rutin sentra (PRS). Di PRS, BTPN Syariah memberikan semua pelayanan kepada nasabah secara tuntas. Baik akses terhadap modal usaha, hingga akses terhadap ilmu pengetahuan agar nasabah bisa membesarkan usahanya. Di samping itu, berbagai apresiasi berupa cashback bagi nasabah inspiratif dan doorprize bagi sentra yang kompak juga diberikan dalam PRS,” jelas Fachmy.

Dengan menunjukkan konsistensi BDKS, BTPN Syariah turut memberikan berbagai apresiasi baik perorangan maupun terhadap seluruh anggota kumpulan yang disebut Sentra. Misalnya, Sentra Putri Kartini di Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, seluruh anggota Sentra yang berjumlah 16 orang akhirnya diijabah mewujudkan niat baik mereka untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci melalui program Umroh Satu Pesawat BTPN Syariah yang telah dilaksanakan pada pertengahan Oktober 2024.

Sebagai upaya untuk meningkatkan usaha nasabah, BTPN Syariah juga memberikan akses pemasaran bagi nasabah pengrajin dan produksi melalui program Semarak Daya, serta pemberdayaan oleh mahasiswa melalui program Bestee (Berdaya Bersama Sahabat Tepat Indonesia).

"Di tengah situasi yang menantang bagi segmen ultramikro, BTPN Syariah terus berusaha menciptakan stabilisasi bisnis dengan berbagai program dimulai dari meningkatkan kedisiplinan nasabah, kekompakan sentra, serta program peningkatan usaha nasabah. Alhamdulillah dengan upaya tersebut, kinerja BTPN Syariah sesuai prediksi, yang mencatat laba bersih mencapai Rp 771 miliar,” jelas Fachmy.

Editor: Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #pt-bank-btpn-syariah-tbk #btpn-syariah #bestee #fachmy-achmad #semarak-daya #btps #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/finance/377989/konsisten-perbaiki-kualitas-btpn-syariah-bukukan-pembiayaan-rp-1033-triliun