Pelajar Lompat dari

Pelajar Lompat dari "Roof Top" Mal di Bekasi Diduga Bunuh Diri karena Kegagalan

Peristiwa memilukan terjadi di Kota Bekasi. Seorang pelajar berinisial AM (18) diduga bunuh diri dengan melompat dari atap area parkir atau roof top. Halaman all

(Kompas.com) 26/10/24 09:27 17008065

JAKARTA, KOMPAS.com - Peristiwa memilukan terjadi di Kota Bekasi. Seorang pelajar berinisial AM (18) diduga bunuh diri dengan melompat dari atap area parkir atau roof top mal di Kalimalang, Bekasi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, peristiwa bermula saat seorang petugas parkir mendengar suara kencang seperti benda jatuh.

"Kemudian setelah dilihat, ternyata seorang anak laki-laki menggunakan seragam sekolah warna putih dan celana panjang putih," ujar Ade dalam keterangannya, Rabu.

Polisi awalnya kesulitan mengungkap identitas korban. Sebab, saat kejadian, korban tidak membawa dokumen pribadi maupun ponsel.

Bet seragam sekolah yang tertempel dipakaiannya juga tidak mengidentitaskan asal sekolah. Satu-satunya petunjuk hanya ikat pinggang bertuliskan OSIS.

Dari proses penyelidikan, polisi akhirnya berhasil mengungkap idenditas korban yang merupakan pelajar SMA dari Jatiasih, Kota Bekasi.

Terselip surat di topi

Polisi menemukan secarik kertas itu terselip di dalam topi korban. Secara kertas tersebut berisi sebuah pesan yang ditulis menggunakan pulpen bertinta hitam.

Pesan itu mengisyaratkan korban tengah dirundung kesedihan. Bahkan, di akhir kalimat pesannya, korban menyatakan dirinya sebagai orang yang gagal.

"Aku juga ingin bahagia dan memiliki kehidupan normal. Dunia itu indah, tapi tidak dengan duniaku. I\'m gagal," demikian bunyi tulisan dalam secarik kertas tersebut.

"Ditemukan di topi, ada tulisan itu. Topi milik dia, (kertas) ada di selipan kertas," ujar Kapolsek Bekasi Selatan Kompol Untung Riswaji saat dihubungi, Kamis (24/10/2024).

Tak pernah curhat

Untung mengatakan, AM disebut tak pernah mencurahkan isi hatinya ke orang lain. Korban termasuk anak yang diam dalam kesehariannya.

Korban sehari-hari tinggal bersama orangtuanya di Jatiasih, Kota Bekasi. Korban disebut jarang menjalin komunikasi intens dengan kedua orangtuanya.

"Memang anak ini tinggal dengan ibu dan bapaknya, pendiam. Tidak pernah ada komunikasi," kata Untung.

Kepada polisi, kedua orangtua AM mengakui bahwa anaknya kerap keluar rumah dan tidak pulang semalaman. Korban memang kerap keluar rumah.

Namun, orangtua AM mulai gelisah dan curiga ketika anaknya tak kunjung pulang setelah tiga hari keluar rumah dengan pakaian rapi pada Selasa (22/10/2024).

"Memang anak ini kalau pergi suka enggak pulang, tapi enggak selama ini. Paling lama satu hari enggak pulang, besoknya pulang," ungkap Untung.

Tak punya masalah

AR (49) ibunda AM mengatakan, anaknya dikenal baik dan tidak mempunyai masalah sebelum mengakhiri hidupnya secara tragis.

"Baik anak saya. Tidak punya masalah apa-apa," ujar AR saat ditemui Kompas.com di kediamannya wilayah Jatiasih, Kota Bekasi, Jumat (25/10/2024).

AR mengatakan, putranya memiliki hubungan pertemanan yang baik dengan teman-temannya. Karena itu, banyak rekan semasa AM bersekolah yang datang bertakziah dan menyampaikan rasa kehilangan.

"Alhamdulillah banyak yang datang takziah. Tidak ada masalah apa-apa," kata AR.

Sebagai ibu, AR mengaku syok mengetahui putra kesayangannya meninggal bunuh diri. Sebab, AM selama ini tidak pernah mempunyai masalah dengan keluarga.

"Ya, baik-baik saja, saya tidak pernah marahin anak saya. Anak saya juga terhadap saya baik. Sayang banget, saya sama anak saya," kata dia.

Pertemuan terakhir

AR sempat bertemu AM saat hendak berangkat ke tempat kerja. Saat itu, AM baru saja menunaikan shalat dzuhur berjemaah di masjid yang tak jauh dari rumahnya.

"Dzuhur itu ketemu sama saya, (korban) pulang dari masjid. Dia menggunakan baju koko, pakai peci, pakai sarung," ungkap AR.

Usai menyelesaikan pekerjannya, AR kembali bertemu dengan putranya yang hendak pergi shalat ashar berjemaah di masjid. Setelah selesai beribadah, keduanya kembali bertemu di rumah.

Beberapa jam kemudian, AM berpamitan dengan ayahnya untuk keluar rumah sekitar pukul 17.00 WIB.

Keluarga mengira AM keluar rumah untuk pergi ke warung terdekat. Sebab, saat pergi, AM sama sekali tidak membawa barang-barang pribadinya.

Padahal, AM biasanya setiap bepergian selalu membawa motor, STNK, ponsel, tas, hingga KTP. Belakangan diketahui, AM keluar rumah pada sore itu menuju masjid untuk menunaikan shalat maghrib berjemaah.

"Maghrib itu shalat di sini (masjid). Pakai baju putih, celana putih. Pakai daleman hitam," kata dia.

Tiga hari setelah hilang

Pertemuan sore itu ternyata menjadi momen terakhir keluarga melihat AM. Sebab, setelah dari masjid, AM pergi dan tak pernah kembali ke rumah.

Selanjutnya, pihak keluarga mencari keberadaan AM. Pencarian dilakukan dari wilayah Jatiasih hingga pusat Kota Bekasi.

Pada dua hari pertama, upaya pencarian tak kunjung membuahkan hasil. Pada hari ketiga, Kamis (24/10/2024) malam, keluarga akhirnya mendatangi Polsek Bekasi Selatan.

Pihak kepolisian kemudian meminta keterangan keluarga, dan memberitahu bahwa AM berada di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Mengetahui hal itu, AR sangat kaget. Pada malam hari itu juga, keluarga menjemput jenazah AM di RSUD Chasbullah Abdulmadjid.

"Kaget saya, sudah saya enggak (bisa berkata apa-apa)," imbuh dia.

Selanjutnya, jenazah AM langsung dikebumikan di tempat pemakaman keluarga pada malam itu juga.

#pelajar-bunuh-diri-di-bekasi #remaja-lompat-dari-roof-top-mal-bekasi #pelajar-lompat-dari-roof-top-mal-di-bekasi

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/10/26/09271621/pelajar-lompat-dari-roof-top-mal-di-bekasi-diduga-bunuh-diri-karena