Microsoft Pecat Karyawan Penyelenggara Acara Penghormatan untuk Warga Palestina

Microsoft Pecat Karyawan Penyelenggara Acara Penghormatan untuk Warga Palestina

Microsoft telah memecat dua karyawan yang menggelar acara untuk mengenang warga Palestina yang terbunuh di Gaza selama perang Israel. - Halaman all

(InvestorID) 26/10/24 13:26 17019260

WASHINGTON, investor.id – Microsoft telah memecat dua karyawan yang menggelar acara untuk mengenang warga Palestina yang terbunuh di Gaza selama perang Israel dengan Hamas. Menurut perusahaan, acara tersebut diselenggarakan tanpa izin.

Menurut dua karyawan, kepada Associated Press (AP), mereka dipecat melalui telepon pada Kamis (24/10/2024) malam, beberapa jam setelah acara makan siang yang mereka selenggarakan di kampus Microsoft di Redmond, Washington.

Kedua pekerja itu juga anggota koalisi karyawan “No Azure for Apartheid,” yang menentang penjualan teknologi komputasi awan Microsoft kepada Pemerintah Israel. Namun mereka berpendapat bahwa acara pada Kamis, serupa dengan kampanye donasi yang dilakukan oleh karyawan Microsoft lainnya untuk orang-orang yang membutuhkan.

“Kami memiliki begitu banyak anggota komunitas di dalam Microsoft yang telah kehilangan keluarga, kehilangan teman atau orang yang dicintai. Namun Microsoft benar-benar gagal menyediakan ruang bagi kami di mana kami dapat berkumpul dan berbagi kesedihan serta menghormati kenangan orang-orang yang tidak lagi dapat berbicara untuk diri mereka sendiri,” ujar Abdo Mohamed, seorang peneliti dan ilmuwan data, dilansir AP pada Sabtu (26/10/2024).

Sementara itu, Microsoft menyampaikan pada Jumat bahwa perusahaan telah mengakhiri hubungan kerja dengan beberapa individu sesuai dengan kebijakan internal, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Dalam pernyataan terkait pemecatan pada Jumat, Microsoft menyebutkan bahwa perusahaan tetap “berdedikasi untuk mempertahankan lingkungan kerja yang profesional dan penuh rasa hormat. Karena pertimbangan privasi dan kerahasiaan, kami tidak dapat memberikan rincian spesifik.”

Mohamed, yang berasal dari Mesir, menuturkan tengah membutuhkan pekerjaan baru dalam dua bulan ke depan untuk memindahkan visa kerja dan menghindari deportasi.

Sedangkan pekerja lain yang dipecat, Hossam Nasr, mengatakan bahwa tujuan dari aksi ini adalah untuk menghormati para korban genosida Palestina di Gaza dan menarik perhatian atas keterlibatan Microsoft dalam genosida, karena penggunaan teknologinya oleh militer Israel.

Ditambahkan oleh Nasr, pemecatannya diungkapkan di media sosial oleh kelompok pengawas Stop Antisemitisme lebih dari satu jam sebelum ia menerima telepon dari Microsoft.

Namun saat dikonfirmasi, kelompok tersebut merespons tentang bagaimana mereka mengetahui info pemecatan itu. Beberapa bulan sebelumnya, kelompok yang sama telah meminta CEO Microsoft Satya Nadella untuk mengambil tindakan terhadap Nasr atas sikap publiknya terhadap Israel.

Sebagai informasi, Nasr adalah lulusan Universitas Harvard 2021 yang dibesarkan di Mesir, juga merupakan salah satu penyelenggara Alumni Harvard untuk Palestina.

Selain Microsoft, di awal tahun ini Google dilaporkan telah memecat lebih dari 50 pekerja sebagai buntut dari protes atas teknologi yang dipasok perusahaan kepada Pemerintah Israel di tengah perang Gaza.

Pemecatan tersebut berawal dari gejolak internal dan aksi protes di kantor Google yang berpusat pada “Project Nimbus” dengan nilai kotrak US$ 1,2 miliar, yang ditandatangani pada 2021 antara Google dan Amazon untuk menyediakan komputasi awan dan layanan kecerdasan buatan kepada Pemerintah Israel.

Editor: Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #microsoft-pecat-karyawan #microsoft #penghormatan-warga-gaza #perang-gaza #korban-genosida-palestina #project-nimbus #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/378038/microsoft-pecat-karyawan-penyelenggara-acara-penghormatan-untuk-warga-palestina