Adaro (ADRO) Minta Restu Pakai Saldo Laba untuk Dividen dan Ganti Nama Perusahaan

Adaro (ADRO) Minta Restu Pakai Saldo Laba untuk Dividen dan Ganti Nama Perusahaan

Adaro (ADRO) bakal menggelar RUPSLB pada 18 November. Mata acaranya minta restu pakai saldo laba ADRO untuk dividen dan ganti nama. - Halaman all

(InvestorID) 26/10/24 13:05 17024038

JAKARTA, investor.id - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) akhirnya merilis pemanggilan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang diungkap pada Jumat (25/10/2024) petang.

RUPSLB Adaro Energy sendiri akan digelar pada 18 November 2024 mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai di Cyber 2 Tower Jakarta.

“Dengan ini memanggil dan mengundang para pemegang saham perseroan untuk menghadiri rapat umum pemegang luar biasa secara elektronik dan secara fisik,” jelas direksi Adaro Energy Indonesia.

Ada dua mata acara rapat. Mata acara pertama adalah persetujuan penggunaan sebagian saldo laba perseroan untuk dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final.

“Perseroan bermaksud untuk mengusulkan kepada para pemegang saham perseroan untuk menyetujui penggunaan sebagian dari saldo laba perseroan per tanggal 31 Desember 2023 sebagaimana dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit,” terang direksi ADRO memberikan penjelasan.

Adapun berdasarkan laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2023, Adaro membukukan saldo laba belum dicadangkan sebesar US$ 5,15 miliar atau sekitar Rp 80,5 triliun.

Sebagaimana diketahui, Adaro Energy Indonesia (ADRO) berencana melakukan transaksi penjualan atas sebanyak-banyaknya seluruh saham yang dimiliki perseroan pada AAI (dahulu bernama PT Alam Tri Abadi), sejumlah 7.008.202.240 saham melalui pelaksanaan penawaran umum oleh pemegang saham (PUPS). AAI merupakan perusahaan batu bara termal. PUPS akan dilaksanakan secara bersamaan atau berkesinambungan dengan proses penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham AAI.

Adaro sempat mengungkap bahwa perseroan mempertimbangkan membagikan dividen untuk membantu mendanai partisipasi para pemegang saham ADRO untuk menebus saham Adaro Andalan Indonesia (AAI) dalam penawaran umum oleh pemegang saham (PUPS) itu.

Stockbit Sekuritas dalam ulasannya pernah menyebut harga penawaran PUPS Adaro Andalan Indonesia (AAI) adalah harga rata–rata tertimbang (volume weighted average price/VWAP) yang terbentuk setelah penutupan perdagangan pada hari perdana listing.

Namun, harga penawaran PUPS terendah ditetapkan sebesar US$ 2,45 miliar (Rp 5.425 rupiah per saham), sementara harga tertinggi adalah US$ 2,63 miliar (Rp 5.825 per saham).

Ganti Nama

Sementara itu, untuk mata acara kedua RUPSLB Adaro Energy Indonesia (ADRO) pada 18 November 2024 adalah perubahan nama perseroan.

“Persetujuan untuk melakukan perubahan nama perseroan dan dengan demikian mengubah pasal 1 ayat (1) anggaran dasar perseroan,” jelas direksi Adaro Energy.

Kendati demikan belum diungkap besaran saldo laba yang diusulkan dipakai untuk dividen dan juga nama baru dari Adaro Energy Indonesia.

Pemegang saham ADRO yang berhak hadir, baik secara fisik, elektronik, atau diwakili dengan surat kuasa, dalam rapat adalah para pemegang saham perseroan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada tanggal 24 Oktober 2024 sampai dengan pukul 16.00 WIB.

Sebelumnya, Adaro Energy telah memperoleh restu  untuk melepas sebanyak-banyaknya seluruh saham yang dimiliki pada AAI dalam RUPSLB pada 18 Oktober 2024.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer, Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, mengatakan, pihaknya bermaksud untuk terus mengupayakan ekspansi strategis dan diversifikasi di segmen non pertambangan batu bara demi menciptakan portofolio bisnis yang lebih seimbang dan mencapai target untuk menghasilkan sekitar 50% pendapatan dari non batu bara termal paling lambat tahun 2030.

“Kami berpandangan bahwa langkah ini efektif untuk memaksimalkan kinerja PT Adaro Andalan Indonesia dan pilar bisnis non batu bara termal karena dapat memungkinkan masing-masing perusahaan untuk berfokus pada pengembangan kekuatan inti serta terus memanfaatkan sumber daya dan potensinya,” sebut Boy Thohir.

Adaro Energy Indonesia (ADRO) bermaksud memisahkan bisnis-bisnis di bawah segmen pertambangan beserta sejumlah bisnis pendukung di bawah PT Adaro Andalan Indonesia (AAI) dari pilar Adaro Minerals dan Adaro Green agar dapat memaksimalkan kinerja AAI dan pilar-pilar non batu bara termal tersebut karena langkah ini akan memungkinkan masing-masing perusahaan untuk berfokus pada pengembangan kekuatan inti mereka.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #adaro #adro #saham-adro #adaro-energy-indonesia #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/378012/adaro-adro-minta-restupakai-saldo-laba-untuk-dividendan-ganti-nama-perusahaan