Pemodal Gigit Jari Gara-gara Barisan Saham Rugi Parah Ini
Pemodal gigit jari gara-gara barisan saham rugi parah ini dalam sepekan. Sebab, merugi dari 10% hingga 26%, apa saja sahamnya? - Halaman all
(InvestorID) 26/10/24 19:00 17024076
JAKARTA, investor.id – Pemodal gigit jari gara-gara barisan saham rugi parah ini dalam sepekan. Sebab, merugi dari 10% hingga 26% dalam sepekan (21 – 25 Oktober 2024). Saham-saham tersebut juga masuk daftar top losers.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) tercatat sebagai saham paling merugi. Saham UNIQ terjungkal sebesar 26% dan memimpin top losers selama pekan ini. Harganya ambles menjadi Rp 510 dari Rp 690 pada pekan lalu.
Diikuti, saham PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) terpuruk 22,5% menjadi Rp 484, PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) ambles 21,2% menjadi Rp 52, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) jatuh 19,4% menjadi Rp 141, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) terkoreksi 15,7% menjadi Rp 310, dan PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) terpangkas 13% menjadi Rp 173.
Kemudian, penurunan saham PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) jatuh 11,5% menjadi Rp 368 dan PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) tergelincir 10,9% menjadi Rp 7.100, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) turun 10,7 menjadi Rp 620, dan PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) melemah 10,7 menjadi Rp 75.
Pada periode yang sama, IHSG turun 0,8% ke level 7.694 dari 7.760 pada penutupan pekan lalu. Kapitalisasi pasar bursa juga turun 0,6% menjadi Rp 12.888 triliun dari Rp 12.967 triliun pada pekan sebelumnya.
Namun, rata-rata nilai transaksi harian malah naik 1,3% menjadi Rp 11,96 triliun dari Rp 10,92 triliun pada pekan lalu. Kenaikan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang naik 16,9% menjadi 27,3 miliar saham dari 23,3 miliar saham pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga naik sebesar 9% menjadi 1,37 juta kali dari 1,25 juta kali pada pekan lalu.
Net Buy Berkurang
Pada perdagangan Jumat (25/10/2024), investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 617,1 miliar. Hal itu membuat nilai beli asing (net buy) investor asing sepanjang tahun berjalan ini berkurang menjadi Rp 40,9 triliun.
Sementara itu, cuan 10 saham naik drastis. Sebab, cuannya melesat dari 24% hingga 100% selama sepekan. Alhasil, saham-saham tersebut menduduki top gainers.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), cuan saham PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) naik paling tinggi dan memimpin top gainers. Sebab, SONA melejit 100,6% dan harganya menjadi Rp 6.000 dari Rp 2.990 pada pekan lalu.
Diikuti saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) melonjak 76% menjadi Rp 4.080, PT Bank Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) meningkat 69,4% menjadi Rp 122, PT Shield on Service Tbk (SOSS) meningkat 48,6% menjadi Rp 675, dan PT Grand House Mulia Tbk (HOMI) terkerek 47,58% menjadi Rp 366.
Kemudian, saham PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) melesat 33,3% menjadi Rp 144, PT Pulau Subur Tbk (PTPS) naik 32,5% menjadi Rp 106, PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) melambung 28,6% menjadi Rp 1.010, PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK) menguat 26,6% menjadi Rp 133, PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) menanjak 24,3% menjadi Rp 189.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #top-losers #saham-rugi #uniq #ihsg #kapitalisasi-pasar #transaksi-harian #net-buy #top-gainers #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/378037/pemodal-gigit-jari-garagara-barisan-saham-rugi-parah-ini