Menteri KKP Targetkan Nilai Tukar Nelayan Naik, agar Tak Lagi Masuk Kelompok Miskin
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menargetkan nilai tukar nelayan dan pembudidaya ikan di Indonesia bisa mencapai 200 poin. Halaman all
(Kompas.com) 26/10/24 20:29 17028371
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menargetkan nilai tukar nelayan dan pembudidaya ikan di Indonesia bisa mencapai 200 poin.
Nilai tukar nelayan dan pembudidaya adalah rasio antara harga hasil ikan yang diterima nelayan maupun pembudidaya dengan harga kebutuhan yang dibayarnya.
Nilai tukar ini merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli mereka.
iStockphoto/cweimer4 Ilustrasi nelayan menangkap ikan.
"Hitungan saya sebetulnya itu bisa mencapai di atas 200 dan ini adalah salah satu target saya," tegas Trenggono.
Karenanya, KKP melakukan strategi intervensi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan hingga pembudidaya.
Salah satunya dengan dukungan sarana produksi dari hulu ke hilir untuk produk perikanan.
Upaya yang dilakukan salah satunya adalah dengan pembangunan Kampung Nelayan Modern di Biak, Papua.
Di kampung Samber-Binyeri, Biak, KKP membangun sarana prasarana perikanan untuk mengubah wajah kampung nelayan tradisional menjadi modern, produktif dan berdaya saing. Sarana dan prasarana yang dibangun di antaranya balai pelatihan, gudang pendingin penyimpan ikan, dermaga, sentra kuliner, pembagian kapal, hingga area docking kapal.
#kkp #kampung-nelayan #nelayan #produk-perikanan #nilai-tukar-nelayan