Pamekasan Kembangkan Wisata di 12 Desa untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Ada 12 desa di Pamekasan, Madura yang akan dikembangkan untuk pariwisata. Halaman all
(Kompas.com) 27/10/24 15:03 17075064
KOMPAS.com -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, mengambil langkah strategis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mengembangkan destinasi wisata di 12 desa yang tersebar di wilayah tersebut.
Upaya ini merupakan bentuk pemanfaatan potensi lokal yang ada di setiap desa dan bertujuan untuk mendorong pergerakan ekonomi di tingkat desa.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan, Moh Zahri mengungkapkan bahwa setiap desa yang menjadi sasaran program memiliki potensi wisata yang berbeda.
Desa Montok di Kecamatan Larangan, misalnya, memiliki Pantai Talang Siring yang menjadi daya tarik utama wisata pantai.
Sementara itu, Desa Lembung di Kecamatan Galis dikenal dengan Ekowisata Mangrove yang menyuguhkan keindahan alam sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan.
Lihat postingan ini di Instagram
Beberapa desa lainnya juga memiliki keunikan masing-masing, seperti Desa Kertagena Daya di Kecamatan Kadur dengan wisata alam Bukit Kehi, Desa Pademawu Timur dengan wahana pancing dan kolam renang, serta Desa Larangan Luar yang menawarkan cagar budaya khas, yakni Taneyan Lanjheng.
"Potensi destinasi wisata yang ada di masing-masing desa yang berjumlah 12 desa ini berbeda," kata Zahri, menegaskan keunikan setiap desa yang dijadikan tujuan pengembangan pariwisata.
Selain itu, wisata edukatif juga dikembangkan, seperti di Desa Waru Barat dengan eduwisata dan kontes kecantikan sapi atau sapi sonok, Desa Bunder dengan eduwisata tambak garam, dan Desa Klampar yang terkenal sebagai kampung batik.
Di Desa Branta, konsep kampung nelayan dikembangkan untuk memperkuat ekonomi berbasis hasil laut, sehingga masyarakat setempat dapat lebih berdaya dalam pengelolaan potensi lokal.
Menurut Zahri, pengembangan destinasi wisata desa ini juga didukung dengan pelatihan khusus bagi kelompok sadar wisata di setiap desa.
Selain itu, program ini melibatkan UMKM dan pengrajin lokal yang diharapkan dapat turut memanfaatkan peluang dari pertumbuhan sektor pariwisata.
Hal ini dilakukan agar seluruh elemen masyarakat di desa-desa tersebut dapat merasakan dampak positif dari keberadaan destinasi wisata yang dikembangkan.