Harga Surat Utang Negara Diprediksi Terkoreksi Jelang Pemilu AS, Cermati Faktornya

Harga Surat Utang Negara Diprediksi Terkoreksi Jelang Pemilu AS, Cermati Faktornya

Harga SUN Indonesia diprediksi terkoreksi sejalan dengan meningkatnya imbal hasil (yield) menjelang pemilu presiden AS. - Halaman all

(InvestorID) 27/10/24 21:06 17075926

JAKARTA, investor.id – Harga Surat Utang Negara (SUN) Indonesia diprediksi terkoreksi sejalan dengan meningkatnya imbal hasil (yield) menjelang pemilihan umum (Pemilu) presiden presiden Amerika Serikat (AS) November mendatang. Analis memperkirakan, yield dengan tenor 10 tahun bergerak pada rentang 6,5%-6,9%.

Analis Pendapatan Tetap PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ahmad Nasrudin menyebut, pemilihan umum AS menjadi salah satu faktor utama dalam proyeksi arah pergerakan yield SUN.

“Pasar secara umum memfavoritkan Kamala Harris dalam pemilu AS karena pemerintahan Trump dianggap bakal memperketat tingkat inflasi dan meningkatkan ketidakpastian kebijakan ekonomi. Jadi, yield SUN akan sedikit naik seiring perkembangan ini,” jelas dia kepada Investor Daily, Minggu (27/10/2024).

Hasil pemilu AS yang dijadwalkan pada November 2024 akan berperan besar menentukan arah kebijakan ekonomi internasional, termasuk kebijakan perdagangan yang berdampak pada stabilitas ekonomi global.

Nasrudin menggarisbawahi, risiko geopolitik dan kebijakan ekonomi negara maju seperti AS akan tetap menjadi faktor yang mempengaruhi volatilitas di pasar SUN ke depan. Kendati demikian, prospek pelonggaran moneter dan sentimen positif dari kebijakan bank sentral negara maju memberikan harapan bagi pasar negara berkembang.

Karena itu, Nasrudin mengestimasikan, yield tenor 10 tahun akan bergerak di kisaran 6,5%-6,9% dengan kecenderungan sideways dan kemungkinan sedikit naik ke level 6,77% dari penutupan pekan sebelumnya sebesar 6,751%.

Makanya, Nasrudin bilang, sentimen eksternal akan memberikan sentimen positif. Tercermin, dari yield di negara-negara maju seperti AS yang menunjukkan tren penurunan paralel dengan siklus pelonggaran moneter yang dimulai bank sentral untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Buktinya, tren itu berdampak positif kepada pasar negara-negara berkembang termasuk Indonesia, yang mampu menarik aliran modal asing,” ujar dia.

Penurunan Suku Bunga

Penurunan suku bunga di negara maju juga mendorong investor untuk mencari yield lebih tinggi di pasar negara berkembang.

"Bank sentral negara maju terus mempertahankan premi tetap tidak berubah, yang pada akhirnya membuka peluang bagi yield di negara-negara berkembang dengan peringkat kredit lebih rendah untuk bergerak lebih rendah. Di sisi lain, suku bunga rendah meningkatkan minat investor asing untuk berinvestasi di pasar berkembang guna mencari keuntungan lebih tinggi," ujar dia.

Di luar faktor pemilu AS, Nasrudin melanjutkan, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah juga menjadi elemen yang harus diwaspadai investor. Kondisi di kawasan tersebut telah mengalami eskalasi, mendorong sedikit rebound pada yield surat utang selama dua bulan terakhir.

Eskalasi lebih lanjut bisa meningkatkan yield secara signifikan, seiring dengan efeknya terhadap harga minyak, inflasi, dan kebijakan moneter bank sentral global.

“Risiko geopolitik belum menunjukkan penurunan signifikan dan layak untuk terus diantisipasi. Jika eskalasi di Timur Tengah semakin kuat, maka rebound yield bisa lebih tinggi daripada yang diantisipasi. Sebab, dampaknya terhadap harga minyak dan inflasi global,” imbuh dia.

Proyeksi SUN 2024

Pefindo memproyeksikan, pasokan surat utang masih akan besar hingga akhir 2024. Realisasi penerbitan hingga 2 Oktober 2024 tercatat sebesar Rp 890,86 triliun, melampaui capaian 2023 sebesar Rp 807,25 triliun. Peningkatan tersebut sejalan dengan defisit yang lebih besar, dari Rp 479.9 triliun menjadi Rp 522.8 triliun.

Mempertimbangkan data tersebut, Pefindo memprediksi, bakal ada tambahan pasokan neto sebesar Rp 150 triliun ke pasar surat domestik selama Oktober-Desember 2024. Perhitungan tersebut mempertimbangkan outlook sebesar Rp 451.85 triliun yang direncanakan pemerintah serta setelah dikurangi dari jatuh tempo dan penebusan.

 

Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-sun #surat-utang-negara-sun #yield-obligasi #pemilu-as #penurunan-suku-bunga #risiko-geoplitik #modal-asing #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/378120/harga-surat-utang-negara-diprediksi-terkoreksi-jelang-pemilu-as-cermati-faktornya