Saham Emiten Beraset Rp 254 Triliun Mendadak ARA, Pemicunya Terbongkar

Saham Emiten Beraset Rp 254 Triliun Mendadak ARA, Pemicunya Terbongkar

Saham Bank Permata (BNLI) mendadak ARA pada 25 Oktober. Padahal saham BNLI sempat merah beruntun. - Halaman all

(InvestorID) 28/10/24 08:23 17091783

JAKARTA, investor.id - Saham emiten bank, PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau Permata Bank melesat 24,76% mentok auto reject atas (ARA) ke Rp 1.285 pada perdagangan Jumat, 25 Oktober 2024 pekan lalu, yang juga menjadi level tertingginya dalam satu bulan terakhir.

Sebanyak 19,94 juta saham BNLI ditransaksikan, frekuensi 6.159 kali, dan nilai transaksi Rp 24,35 miliar.

Saham Bank Permata (BNLI) diborong pada 25 Oktober. Broker KB Valbury Sekuritas mencatatkan net buy mencapai Rp 2,6 miliar.

Saham BNLI tiba-tiba ARA padahal pada perdagangan18-24 Oktober 2024 saham ini selalu ditutup di zona merah.

Bank Permata Tbk (BNLI) atau Permata Bank mencatatkan aset sebesar Rp 254,64 triliun per 30 September 2024.

Laba

Saham Bank Permata (BNLI) ARA usai laba bersih perseroan loncat 30,13% year on year (yoy) menjadi Rp 2,78 triliun sampai kuartal III-2024. Pendukungnya adalah pertumbuhan positif pada kredit yang lebih berkualitas dan keberhasilan perusahaan menekan beban operasional.

Mengacu laporan keuangan Permata Bank pada kuartal III-2024, laba bersih ditopang pendapatan bunga dan syariah bersih senilai Rp 7,33 triliun atau meningkat 2,41% (yoy). Hasil ini mendorong pendapatan operasional secara keseluruhan masih bisa terkerek 2,14% (yoy) menjadi Rp 8,87 triliun.

Di saat sama, total beban operasional berhasil ditekan turun sampan 10,90% (yoy) menjadi Rp 5,27 triliun sepanjang Januari-September 2024. Salah satu yang signifikan yaitu pos biaya provisi yang susut 35,42% (yoy) menjadi Rp 1,22 triliun.

Dari sisi bisnis, penyaluran kredit BNLI terus didongkrak dengan pertumbuhan 8,6% (yoy) menembus Rp 150,8 triliun. Kualitasnya pun semakin baik, di mana kredit bermasalah (non performing loan/NPL) bruto terjaga di level 2,05% dan NPL neto 0,36% pada September 2024. Lebih rendah dari posisi akhir tahun 2023 yang masing-masing sebesar 2,88% dan 0,38%.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #bank-permata #bnli #permata-bank #saham-bnli #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/378144/saham-emiten-beraset-rp-254-triliun-mendadak-ara-pemicunya-terbongkar