Mengapa Israel Menyerang Iran?

Mengapa Israel Menyerang Iran?

Serangan telah diperkirakan selama berminggu-minggu sebagai balasan atas serangan rudal Iran terhadap Israel. - Halaman all

(InvestorID) 28/10/24 13:08 17103257

LONDON, investor.id – Serangan telah diperkirakan selama berminggu-minggu sebagai balasan atas serangan rudal Iran terhadap Israel. Namun mengapa Israel menyerang Iran sekarang?

Pemerintah Israel telah mengatakan akan membalas setelah Iran melakukan serangan rudal balistik terhadap Israel pada 1 Oktober 2024.

Dalam serangan itu, Iran menembakkan lebih dari 180 rudal ke Israel. Sebagian besar dicegat oleh pertahanan udara Israel dan pasukan sekutu pimpinan Amerika Serikat (AS). Namun, beberapa menghantam pangkalan udara dan lokasi lainnya. Seorang warga Palestina tewas akibat jatuhnya selongsong rudal, mengutip laporan BBC internasional, Senin (28/10/2024).

Israel mengatakan akan membalas, tetapi tidak mengatakan kapan atau bagaimana. Ada spekulasi terus-menerus sejak saat itu tentang waktu serangan Israel dan bentuk apa yang mungkin diambilnya. Mulai dari serangan terbatas hingga serangan besar-besaran terhadap ladang minyak dan lokasi nuklir Iran.

Serangan itu terjadi pada dini hari pada Sabtu (26/10/2024) dan tampaknya terbatas pada lokasi pembuatan dan peluncuran rudal, dan apa yang disebut Israel sebagai kemampuan udara lainnya, tanpa menyebutkan secara spesifik.

Mengapa Iran Sebelumnya Menyerang Israel?

Iran mengatakan pihaknya menyerang Israel pada 1 Oktober 2024 sebagai balasan atas pembunuhan para pemimpin Hizbullah dan Hamas, kelompok bersenjata yang didukung Iran yang memerangi Israel, dan seorang komandan senior Iran.

Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dan Brigjen Abbas Nilforoushan tewas ketika Israel mengebom gedung tempat mereka berada di Beirut, ibu kota Lebanon pada 27 September 2024.

Kepala politik Hamas Ismail Haniyeh tewas dalam sebuah ledakan di kompleks tempat ia menginap dalam kunjungan ke Teheran, Iran pada 31 Juli 2024.

Pihak Iran menyalahkan Israel atas serangan itu, meskipun Israel tidak membenarkan atau membantah keterlibatannya.

Serangan Iran tersebut merupakan yang kedua kalinya secara langsung terhadap Israel. Serangan itu terjadi lima bulan setelah pertama kali menyerang Israel dengan gelombang sekitar 300 pesawat nirawak dan rudal.

Israel mengatakan hampir semuanya berhasil dicegat. Serangan itu merupakan respons terhadap serangan udara Israel di kompleks konsulat Iran di ibu kota Suriah, Damaskus, pada 1 April 2024 yang menewaskan 13 orang, termasuk tujuh anggota Pasukan Quds Iran di luar negeri.

Dua dari mereka yang tewas adalah seorang komandan senior Pasukan Quds dan wakilnya. Iran mengatakan serangan itu merupakan pelanggaran kedaulatannya.

Pasukan Quds adalah bagian dari angkatan bersenjata Iran yang paling kuat, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). IRGC menyalurkan senjata dan peralatan, termasuk rudal presisi tinggi, melalui Suriah ke Hizbullah.

Israel membalas serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) Iran hampir tiga minggu kemudian dengan menyerang target di wilayah Isfahan di Iran bagian tengah. Pejabat AS mengonfirmasi serangan Israel tersebut, meskipun Israel tidak berkomentar.

Drone Israel dilaporkan telah mengenai radar sistem rudal pertahanan udara S-300 buatan Rusia milik Iran, yang menurut Israel akan menimbulkan ancaman yang sangat berbahaya bagi pesawat tempurnya di wilayah udara terdekat.

Serangan terhadap radar tersebut dianggap terbatas dan dirancang untuk memberi sinyal kemampuan Israel untuk menyerang aset militer Iran.

Mengapa Israel dan Iran Bermusuhan?

Sebelum serangan langsung Iran terhadap Israel pada 1 April 2024, Iran dan Israel telah terlibat dalam perang bayangan selama bertahun-tahun, menyerang aset satu sama lain tanpa mengakui tanggung jawab.

Serangan tersebut meningkat pesat selama perang di Gaza yang dipicu oleh serangan kelompok Palestina Hamas terhadap komunitas Israel di dekatnya pada Oktober 2024. Kedua negara tersebut merupakan sekutu hingga revolusi Islam pada 1979 di Iran, yang membawa masuk rezim yang telah menggunakan Israel sebagai bagian penting dari ideologinya.

Iran tidak mengakui hak Israel untuk eksis dan berupaya membasminya. Pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei, telah menyebut Israel sebagai "tumor kanker" yang "tidak diragukan lagi akan dicabut dan dihancurkan".

Sementara itu, Israel yakin Iran menimbulkan ancaman eksistensial sebagaimana dibuktikan oleh retorika Iran. Pembangunan pasukan proksi di wilayah tersebut termasuk kelompok militan Syiah Lebanon, Hizbullah, berjanji akan menghancurkan Israel, berikut pendanaan serta persenjataannya terhadap kelompok-kelompok Palestina termasuk Hamas.

Iran juga menuduh Iran diam-diam mencoba mengembangkan senjata nuklir, meskipun Iran membantah berusaha membangun bom nuklir.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #israel #iran #konflik-di-timur-tengah #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/378177/mengapa-israel-menyerang-iran