Emiten Happy Hapsoro (RAJA) Dapat Kredit Gede dari Bank Mandiri (BMRI)
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan anak usahanya, PT Triguna Internusa Pratama (TIP), mendapatkan kredit gede dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). - Halaman all
(InvestorID) 28/10/24 17:09 17108928
JAKARTA, investor,id – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan anak usahanya, PT Triguna Internusa Pratama (TIP), mendapatkan kredit gede dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) total mencapai Rp 777 miliar yang akan digunakan untuk investasi dan membiayai proyek.
“Rukun Raharja dan TIP telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit dengan BMRI pada 22 Oktober 2024,” jelas Sekretaris Perusahaan Rukun Raharja Yuni Pattinasarani dalam pengumuman resminya, Senin (28/10/2024).
Yuni merinci, RAJA selaku induk memperoleh fasilitas kredit dari BMRI berupa fasilitas term loan dengan limit maksimal sebesar US$ 25 juta atau setara Rp 393,12 miliar dan fasilitas bank garansi dengan limit maksimal sebesar Rp 60 miliar.
Sedangkan anak usahanya, TIP, memperoleh fasilitas kredit investasi dari BMRI dengan limit maksimal sebesar US$ 19,8 juta atau setara Rp 311,35 miliar dan fasilitas kredit investasi Interest During Construction (IDC) dengan limit maksimal sebesar US$ 800 ribu atau ekuivalen Rp 12,58 miliar.
Dengan demikian, emiten milik suami Puan Maharani, Happy Hapsoro, ini mendapatkan kredit dengan limit maksimal Rp 453 miliar dan TIP menerima kredit dengan limit maksimal sejumlah Rp 323 miliar, sehingga total mencapai Rp 777 miliar.
Menurut Yuni, RAJA akan menggunakan fasilitas dari BMRI tersebut untuk memenuhi kebutuhan investasi perseroan dan anak usahanya. Di sisi lain, TIP akan memakai fasilitas kredit BMRI tersebut untuk mendanai proyek.
“Fasilitas kredit yang diperoleh TIP dari BMRI akan dipergunakan untuk kebutuhan pendanaan proyek TIP,” terang Yuni.
Ekspansi EBT
Sebelumnya, emiten bersandi saham RAJA tersebut berencana untuk melakukan ekspansi besar-besaran ke industri energi hijau dan baru terbarukan (EBT) dalam 10 tahun mendatang dengan merambah bisnis gas alam cair (liquified natural gas/LNG) dan petrokimia, hingga menggarap proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Direktur Utama Rukun Raharja Djauhar Maulidi menyampaikan, perseroan sudah memulai satu inisiatif yang diklasifikasikan sebagai energi berkelanjutan alias sustainable energy.
“Kami ingin berpartisipasi dalam program yang dicanangkan pemerintah untuk emisi nol bersih (Net Zero Emission/NZE). Kami mulai masuk ke bisnis PLTS dan petrokimia dalam hal ini, kami memproduksi blue ammonia,” ungkap Djauhar dalam paparan publik, Rabu (16/10/2024).
RAJA bakal mengeksekusi bisnis LNG dan petrokimia paling lambat pada 2028. Sedangkan, perluasan usaha ke PLTS dimulai pada 2030 atau paling akhir 2032. Bisnis LNG dan petrokimia diestimasikan, bakal berkontribusi sebesar 30% dan EBT memberikan sumbangsih sebesar 10% dari total pendapatan perseroan.
Sedangkan, 60% atau mayoritas pendapatan RAJA masih akan dimotori oleh kinerja perseroan di lini usaha upstream, midstream, dan downstream.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #rukun-raharja #raja-saham #emiten-happy-hapsoro #emiten-suami-puan-maharani #bank-mandiri #bmri-saham #berita-ekonomi-terkini