Ruipah Ambles Terus, Trader Antisipasi Pemilu AS
Mata uang rupiah ambles terus terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (28/10/2024). - Halaman all
(InvestorID) 28/10/24 16:02 17108932
JAKARTA, investor.id – Mata uang rupiah ambles terus terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (28/10/2024). Kurs rupiah ditutup turun banyak karena mayoritas trader condong ke dolar AS untuk mengantisipasi pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang tinggal seminggu lagi, sebut Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi.
Nilai tukar (kurs) rupiah ambles 80,5 poin, walaupun sebelumnya turun lebih dalam 100 poin dan bertengger di level Rp 15.727, dibandingkan sebelumnya di level Rp 15.645,5 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin.
“Arus masuk ke dolar AS juga didorong oleh ekspektasi meningkatnya ketidakpastian politik di Jepang, setelah koalisi yang dipimpin oleh Partai Demokrat Liberal yang berkuasa kehilangan mayoritas parlementernya dalam pemilihan akhir pekan,” jelas Ibrahim dalam catatan Senin.
Ibrahim menerangkan, kekhawatiran atas konflik yang lebih besar di Timur Tengah mereda setelah Israel tidak menyerang fasilitas minyak dan nuklir Iran dalam serangan selama akhir pekan. Sebelumnya Iran mengancam akan membalas serangan itu, saat para pemimpin Iran juga meremehkan dampak serangan Israel.
Meningkatnya ketidakpastian atas pemilihan presiden AS juga diharapkan akan memacu permintaan safe haven, terutama dengan jajak pendapat baru-baru ini yang menunjukkan persaingan ketat antara Donald Trump dan Kamala Harris. Namun, kata Ibrahim, dolar tampaknya lebih diuntungkan dari ketidakpastian ini.
Fokus pekan ini adalah pada serangkaian pembacaan ekonomi utama untuk mendapatkan lebih banyak petunjuk. Di antaranya data produk domestik bruto (PDB) AS dan zona euro yang akan dirilis dalam beberapa hari mendatang. Data indeks harga PCE sebagai pengukur inflasi pilihan The Federal Reserve (The Fed) juga akan dirilis akhir minggu ini.
Dilihat dari sisi internal, pemerintah pada 2025 harus menghadapi tanggung jawabnya untuk membayar utang jatuh tempo termasuk utang yang dihasilkan dari burden sharing bersama Bank Indonesia (BI) di era pandemi Covid-19.
Menurut catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terdapat jatuh tempo Surat Berharga Negara (SBN) yang dibeli BI berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKBI) II senilai Rp 100 triliun pada 2025.
Adapun, SKB tersebut merupakan komitmen pemerintah dan BI dalam melakukan burden sharing atau berbagi beban dalam pembiayaan penanganan Covid-19. BI bertindak sebagai stand by buyer melalui SKB I. Pada SKB II, pemerintah langsung menjadi direct placement.
Pada SKB III, pemerintah juga menjadi direct placement namun khusus untuk kesehatan dan humanitarian.
Sementara itu, kewajiban pemerintah tersebut hanya sebagian dari total utang jatuh tempo dan bunga utang yang harus dipenuhi pemerintah pada tahun depan. Secara total, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat profil jatuh tempo utang pemerintah pada 2025 mencapai Rp 800,33 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari jatuh tempo SBN sejumlah Rp 705,5 triliun dan jatuh tempo pinjaman senilai Rp 94,83 triliun.
Ibrahim menakar mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di kisaran Rp 15.710 sampai dengan Rp 15.810 untuk perdagangan besok.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #rupiah #rupiah-ambles #pemilu-as #mata-uang-rupiah #nilai-tukar-rupiah #dolar-as #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/378207/ruipah-ambles-terus-trader-antisipasi-pemilu-as