Harga CPO Turun Terseret Arus Pelemahan Minyak Mentah

Harga CPO Turun Terseret Arus Pelemahan Minyak Mentah

Harga CPO turun pada Senin (28/10/2024), lanjutkan pelemahan dua hari beruntun karena terseret arus pelemahan harga minyak mentah - Halaman all

(InvestorID) 29/10/24 05:47 17133530

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) turun pada Senin (28/10/2024). Ini melanjutkan pelemahan dalam dua hari beruntun. Hal itu karena terseret arus pelemahan harga minyak mentah.

Berdasarkan data BMD pada penutupan Senin, kontrak berjangka CPO untuk November 2024 turun 1 Ringgit Malaysia menjadi 4.631Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO Desember 2024 melemah 8 Ringgit Malaysia menjadi 4.576 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka CPO Januari 2025 terkoreksi 7 Ringgit Malaysia menjadi 4.529 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Februari 2025 melemah 11 Ringgit Malaysia menjadi 4.470 Ringgit Malaysia per ton.

Sedangkan kontrak berjangka CPO Maret 2025 terpangkas 17 Ringgit Malaysia menjadi 4.406 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO April 2025 jatuh 22 Ringgit Malaysia menjadi 4.335 Ringgit Malaysia per ton.

Dikutip dari Bernama, trader minyak sawit David Ng mengatakan, harga CPO melanjutkan penurunan dari Jumat lalu disebabkan oleh harga minyak mentah dan minyak kedelai yang lebih rendah, yang terus membebani sentimen pasar.

“Harga CPO saat ini berada di support 4.480 Ringgit Malaysia per ton dan resistance 4.620 Ringgit Malaysia per ton,” ungkapnya.

Pelemahan Ringgit

Kepala riset komoditas di Sunvin Group yang berbasis di Mumbai Anilkumar Bagani menyatakan, bahwa beberapa faktor, seperti melemahnya nilai ringgit, ekspor minyak sawit Malaysia yang kuat di bulan Oktober, keterbatasan stok, dan perlambatan produksi minyak sawit, telah memberikan dukungan terhadap harga minyak sawit dan membatasi penurunan kontrak CPO yang dinyatakan dalam Ringgit Malaysia.

"Penjualan awal telah dihapus, dan harga diperkirakan akan bergerak datar," ujarnya.

Bagani juga mencatat, harga minyak anjlok hingga 6% pada hari Senin setelah serangan balasan Israel terhadap Iran pada akhir pekan lalu tidak mengenai infrastruktur minyak dan nuklir Tehran. Serangan tersebut tidak mengganggu pasokan energi, sehingga meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #cpo #harga-cpo #kontrak-berjangka-cpo #minyak-mentah #minyak-kedelai #ringgit-malaysia #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/378261/harga-cpo-turun-terseret-arus-pelemahan-minyak-mentah