Harga Minyak Ambles 6%, Sentuh Rekor Terendah, Mengapa?
Harga minyak ambles 6% pada Senin (28/10/2024), menyentuh level terendah bulan ini, mengapa? - Halaman all
(InvestorID) 29/10/24 05:20 17140856
HOUSTON, investor.id - Harga minyak ambles 6% pada Senin (28/10/2024), menyentuh level terendah bulan ini. Setelah serangan balasan Israel terhadap militer Iran pada Sabtu tidak mengenai fasilitas minyak maupun nuklir. Dengan demikian, pasokan energi tetap aman, meredakan kekhawatiran pasar akan gangguan suplai.
Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent ditutup anjlok US$ 4,63 (6,09%) menjadi US$ 71,42 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) ambles US$ 4,40 (6,13%) menjadi US$ 67,38 per barel Kedua tolok ukur minyak ini menyentuh level terendah sejak 1 Oktober pada pembukaan perdagangan.
"Ini adalah contoh nyata dari pasar yang digerakkan oleh berita. Risiko geopolitik masih ada di depan mata,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.
Pekan lalu, harga minyak sempat menguat 4% dalam perdagangan yang bergejolak akibat ketidakpastian seputar pemilu presiden (Pilpres) AS yang akan datang dan spekulasi mengenai kemungkinan respons Israel atas serangan rudal Iran pada 1 Oktober.
Pada Sabtu dini hari, puluhan jet tempur Israel melancarkan tiga gelombang serangan ke pabrik-pabrik rudal dan fasilitas militer lainnya di dekat Teheran dan Iran barat. Serangan ini dianggap lebih terarah ke target-target militer, sehingga mengurangi kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan serangan Israel ke fasilitas nuklir atau infrastruktur minyak Iran.
Prediksi Harga Minyak
Citi menurunkan target harga Brent untuk tiga bulan ke depan menjadi US$ 70 per barel dari US$ 74, dengan mempertimbangkan risiko yang lebih rendah dalam jangka pendek, demikian menurut catatan yang dipimpin analis Max Layton.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya dalam OPEC+ juga mempertahankan kebijakan produksi minyak pada pertemuan bulan lalu, termasuk rencana untuk meningkatkan produksi mulai Desember. OPEC+ dijadwalkan akan mengadakan pertemuan pada 1 Desember mendatang sebelum pertemuan penuh aliansi tersebut.
Analis dari Tudor, Pickering Holt Matt Portillo memperkirakan, harga WTI bisa lebih rendah pada tahun depan. "Kecuali terjadi peningkatan ketegangan di Timur Tengah, skenario dasar kami untuk WTI pada 2025 adalah US$ 65 per barel, dengan bias penurunan jika OPEC+ tidak menunjukkan kendali yang ketat dalam menahan volume produksi di pasar," ujarnya.
Meski demikian, ketegangan tetap tinggi. Iran menyatakan akan ‘menggunakan segala cara yang tersedia’ untuk merespons serangan Israel pada akhir pekan, ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Senin.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #minyak-mentah #brent #wti #opec #serangan-israel #pasokan-minyak #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/378260/harga-minyak-ambles-6-sentuh-rekor-terendah-mengapa