Pemberdayaan BRI Bikin Bisnis Salak di Sumut Melejit

Pemberdayaan BRI Bikin Bisnis Salak di Sumut Melejit

Salak yang terkenal manis ini menjadi sebuah keberhasilan budidaya dan memberikan dampak positif, menjadikan perekonomian Desa Kutambaru semakin baik

(Bisnis Tempo) 29/10/24 11:13 17146435

INFO BISNIS – Salak pondoh tumbuh subur di Desa Kutambaru, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Salak pondoh menjadi produk penjualan utama bagi para warga. Salak pun menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan perekonomian masyarakat desa di sana.

“Berawal pada tahun 2005 di kampung kami mayoritas orang-orang menanam salak. Seiring berjalannya waktu, hampir satu kampung menjadi petani salak semua UAK.” Kata Wulan, anggota Kelompok Tani Jaya Lestari.

Salak yang terkenal manis ini menjadi sebuah keberhasilan budidaya dan memberikan dampak positif, menjadikan perekonomian Desa Kutambaru semakin baik. Salak pondoh yang dikembangkan oleh kelompok ini tidak hanya membantu para petani, tetapi juga menciptakan peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dengan harga jual Rp15.000- Rp18.000 per kilogram, produk salak pondoh dari Desa Kutambaru kini semakin dikenal dan diminati di pasar lokal maupun luar daerah.

Peminat yang paling banyak yakni konsumen dalam negeri, misalnya Aceh. Tetapi salak dari kelompok ini juga diekspor keMalaysia dan Thailand. Adapun panen dilakukan setiap 2 minggu sekali dengan hasil mencapai 1-1,5 ton sehingga omzetyang dihasilkan mencapai Rp30 juta per bulan.

Wulan bercerita, awal mula klaster tersebut mengenal BRI yakni pada 2010 saat meminjam Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan terus berangsur meningkat hingga saat ini. Pinjaman tersebut menjadi modal awal yang membuat usahanya semakin berkembang.

Wulan juga menuturkan, selama ini nyuluhan inforBRI hadir dalam rangka pendampingan, atau memantau perkembangan klaster dibarengidengan pemasi produk-produk BRI. Ia pun berharap, pendampingan dan pemberdayaan dari BRI terusberlanjut. “Semoga kedepan peminjaman modal semakin mudah karena kami para petani salak masih membutuhkan modal,” ujarnya.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan bahwa Klaster Usaha merupakan pemberdayaan kepada kelompok usaha yang terbentuk berdasarkan kesamaan usaha dalam satu wilayah, sehinggatercipta keakraban dan kebersamaan dalam peningkatan maupunpengembangan usaha para anggotanya.

Hingga September 2024 terdapat lebih dari 33.800 klaster usahabinaan BRI yang tergabung dalam program Klasterku Hidupku. BRI sendiri secara proaktif telah melakukan lebih dari 2.300 pemberdayaan berupa pelatihan dan bantuan sarana prasaranaproduksi telah diberikan. (*)

#bank-rakyat-indonesia-bri #bank-bri #info-tempo #bri

https://bisnis.tempo.co/read/1934398/pemberdayaan-bri-bikin-bisnis-salak-di-sumut-melejit