Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS Selasa (29/10), Simak Proyeksinya untuk Rabu (30/10)
Rupiah kembali melanjutkan pelemahan terhadap dolar AS. Terkoreksinya rupiah utamanya dipengaruhi oleh ketidakpastian politik di AS dan Jepang.
(Kontan-Investasi) 29/10/24 17:57 17160286
Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Rupiah kembali melanjutkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Terkoreksinya rupiah utamanya dipengaruhi oleh ketidakpastian politik di Amerika dan Jepang.
Di perdagangan Rabu, (29/10), Rupiah spot ditutup melemah 0,30% secara harian ke level Rp 15.771 per dolar AS. Sedangkan, rupiah di Jisdor Bank Indonesia (BI) ditutup melemah 0,20% secara harian ke level Rp 15.760 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengamati, rupiah cenderung melemah hari ini seiring berlanjutnya ketidakpastian menjelang pemilu AS, serta ketidakpastian usai pemilu di Jepang.
Investor turut berhati-hati terhadap rilis data lowongan pekerjaan JOLTS Amerika yang akan dirilis Selasa (29/10) malam nanti.
"Investor mengantisipasi dinamika kondisi pasar tenaga kerja Amerika. Alhasil, rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS," jelas Josua kepada Kontan.co.id, Selasa (29/10).
Pengamat Mata Uang dan Komoditas Lukman Leong melihat, rupiah dan mata uang regional pada umumnya melemah terhadap dolar AS. Tekanan di pasar nilai tukar ini dipengaruhi kekhawatiran seputar potensi Donald Trump memenangkan pilpres AS.
"Kemenangan Trump mengartikan inflasi yang lebih tinggi dan prospek pemangkasan suku bunga The Fed yang lebih kecil," ujar Lukman kepada Kontan.co.id, Selasa (29/10).
Dari domestik, Lukman menyebutkan, investor mengantisipasi data inflasi Indonesia yang akan dirilis akhir pekan ini, Jumat (1/11). Inflasi Indonesia diperkirakan akan kembali turun, sehingga meningkatkan harapan pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI).
Untuk perdagangan Rabu (30/10), Lukman menilai potensi pelemahan rupiah masih terbuka. Hal itu mengingat dolar AS diperkirakan masih akan kuat, setidaknya hingga FOMC The Fed pada 6-7 November 2024.
Sementara itu, Josua memperkirakan rupiah berpeluang untuk menguat terbatas. Proyeksi tersebut karena mempertimbangkan data lowongan pekerjaan JOLTS Amerika diperkirakan turun yang dirilis nanti malam.
Josua memprediksi, Rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 15.700 – Rp 15.800 per dolar AS di perdagangan besok, Rabu (30/10). Sedangkan, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 15.700 – Rp 15.850 per dolar AS.
#dolar-as #rupiah-melemah #ketidakpastian-politik #inflasi-indonesia #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #valuta #n-a