Mengintip Portofolio Investasi Veddriq Leonardo, Peraih Emas Olimpiade 2024
Veddriq tetap memikirkan bagaimana porsi untuk investasi agar dapat memiliki masa depan yang cerah dan berkelanjutan. Halaman all
(Kompas.com) 29/10/24 18:23 17163889
JAKARTA, KOMPAS.com - Menjadi seorang atlet panjat tebing berprestasi tak membuat Veddriq Leonardo melupakan pentingnya mengatur keuangan, termasuk investasi.
Peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 itu tetap memikirkan bagaimana porsi untuk investasi agar dapat memiliki masa depan yang cerah dan berkelanjutan.
Ia sendiri telah akrab dengan berbagai aset investasi mulai dari properti hingga saham. Ia mengaku telah akrab dengan pasar saham sejak tahun 2020 silam.
ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA Atlet panjat tebing nomor speed putra Veddriq Leonardo berpose usai mengikuti acara penyerahan bonus kepada kontingen Indonesia yang berlaga di Olimpiade Paris 2024 di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8/2024). Veddriq Leonardo mendapatkan bonus dari Presiden Joko Widodo sebesar Rp6 miliar usai mendapatkan medali emas pada Olimpiade Paris 2024. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja."Sebagai atlet ya memang saya punya perhatian untuk investasi, karena karier sebagai atlet tidak panjang," kata di ketika ditemui di depan main hall Bursa Efek Indonesia, Selasa (29/10/2024).
Ia sendiri optimistis untuk berinvestasi di pasar saham Indonsia. Pasalnya, pasar saham Indonesia dinilai memiliki ruang tumbuh yang masih besar.
"Banyak perusahaan berkualitas lah yang melantai di sini," imbuh dia.
Lebih lanjut, pria kelahiran 1997 tersebut saat ini mengaku memiliki profil risiko investasi yang rendah atau low risk.
Beberapa pilihan investasi Veddriq saat ini masih lebih banyak di aset seperti emas, tanah, dan properti.
"Saya juga masuk ke reksadana dan saham, tapi saham yang istilahnya blue chip lah, big cap, jadi agak lebih aman dan tidak terlalu berisiko," terang dia.
Pria kelahiran Kalimantan Barat itu mengaku, pilihan sahamnya ada di sektor ekstraktif atau pertambangan. Dalam mengelola investasi, ia lebih memiliki selera sebagai investor jangka panjang, dibandingkan dengan trader.
"Fokusnya buat dapat capital gain dan dividen, jadi tidak trading," ungkap dia.
Kompas.com/Dian Erika Atlet panjat tebing Veddriq Leonardo saat menunjukkan medali emas yang diraihnya dari Olimpiade Paris 2024 usai menerima bonus dari Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/8/2024).Pada mulanya, Veddriq memulai perjalanan invetasinya di pasar saham sejak 2020 atau ketika pandemi Covid-19 bermula.
"Awal Covid-19 kayaknya, kayaknya tahun 2020. jadi waktu itu kan pasar memang lagi seksi-seksi. Harga (IHSG) masih menarik, dari 6.800 mungkin, sekarang sudah 7.800-an," ungkap dia.
Saat ini, ia mengatakan, atlet telah mendapatkan beragam edukasi termasuk soal investasi saham.
Hal ini tentu dapat menarik atlet di cabang olehraga lain untuk dapat belajar investasi, terutama di pasar saham. Pasalnya, atlet yang berprestasi biasanya akan mendapat hadian dan bonus yang kerap kali tidak sedikit jumlahnya.
Pengaturan uang yang baik, termasuk melakukan investasi akan membuat atlet tetap memiliki kondisi keuangan yang baik, bahkan setelah tidak menjadi atlet lagi.
Sementara itu, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Zannuba Arifah Chafsoh Wahid atau Yenny Wahid mengatakan, tidak semua atlet memiliki kemampuan literasi keuangan yang baik. Padahal, masa produktif atlet tergolong lebih singkat dibandingkan profesi lain.
"Kami ingin membantu atlet mengelola keuangan mereka agar ketika nanti mereka pensiun, tetap bisa merasakan manisnya buah ketika masih dalam masa produktif," ungkap dia.
Yenny bilang, saham dapat menjadi salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan oleh atlet panjat tebing agar memiliki masa depan yang lebih baik lagi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia memiliki prestasi positif di cabang panjat tebing. Atlet yang dikirim ke kejuaraan tersebut lantas mendapatkan hadiah yang tergolong tidak sedikit dan kadang berbentuk mata uang euro.
"Nah, bagaimana caranya agar uang hasil kerja keras mereka itu akhirnya bisa ditabung, diinvestasikan, dikembangkan lagi ke depannya agar bisa lebih nyaman masa pensiunnya nanti," ujar dia.
SHUTTERSTOCK/TZIDO SUN Ilustrasi investasi.Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menuturkan, selain atlet panjat tebing, BEI juga mendorong atlet sepak bola sampai peserta ajang pencairan bakat seperti Puteri Indonesia untuk memahami investasi di pasar saham.
"Dukungan dari anggota bursa sangat tinggi," ujar dia.
Di sisi lain, bursa dalam hal ini melakukan tugasnya dengan menyelenggarakan edukasi.
Sementara itu, untuk pembukaan rekening dana nasabah dan platform untuk membeli saham akan diserahkan ke anggota bursa lainnya.
"Setelah paham, terserah pada atlet akan buka di mana saja, di anggota bursa yang mana pun silakan," terang dia.
#literasi-keuangan #investasi #atlet-panjat-tebing #mengatur-keuangan #veddriq-leonardo