Wakil Menteri Pertanian Sebut Tidak Harus Ada Susu di Makan Bergizi Gratis

Wakil Menteri Pertanian Sebut Tidak Harus Ada Susu di Makan Bergizi Gratis

Wakil Menteri Sudaryono mengatakan program makan bergizi gratis tidak harus dilengkapi dengan susu.

(Bisnis Tempo) 29/10/24 22:13 17170883

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyatakan Kementerian Pertanian tidak ingin memaksakan ketersediaan susu sapi, sebagai salah satu menu program makan bergizi gratis. Hal tersebut merupakan program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dalam lima tahun ke depan.

"Jadi kami tidak ingin memaksa, memaksakan harus susu karena kan makan bergizi itu kan bukan berarti minum susu," ujar Sudaryono ketika ditemui di Kementan, Jakarta, pada Selasa, 29 Oktober 2024.

Menurut dia, program makan bergizi gratis tidak hanya tentang meminum susu. Namun, kata Sudaryono, program itu merupakan upaya dalam mencukupi kebutuhan protein terhadap ibu hamil hingga anak-anak sekolah.

"Makan bergizi itu artinya makan dengan jumlah protein yang cukup untuk ibu hamil untuk anak-anak kita yang sedang sekolah," ucap dia.

Sementara itu, Sudaryono mengatakan, Kementerian Pertanian akan terus meningkatkan ketersediaan susu sapi untuk program makan bergizi gratis. Hal itu, kata dia, seiring dengan permintaan yang dibutuhkan untuk program itu.

"Sehingga nanti pelan-pelan seiring dengan produktivitas susu, kita (Kementan) akan tingkatkan tentu saja kita ingin ngasih susu di beberapa daerah," tutur Sudaryono.

Dia menjelaskan tentang skema penyediaan susu sapi di setiap daerah dalam program makan bergizi gratis. Sudaryono mengatakan, akan memanfaatkan berbagai sentra susu sapi yang ada di Indonesia.

"Sentral-sentral susu seperti di Banyumas misalnya di Baturaden, kemudian di Boyolali dan seterusnya yang dia dekat dengan sentral susu ada beberapa sekolah yang makan bergizinya nanti ada susunya," ujarnya.

Sudaryono mengharapkan, skema yang dibuat kementeriannya untuk memenuhi kebutuhan protein dalam makan bergizi gratis dapat berjalan optimal. Dia mengatakan, akan memperbanyak industri susu sapi yang terdapat di berbagai daerah di Indonesia.

"Susunya diambil dari peternak yang memang ada di sekitar sekolah itu dan kita berharap nanti kalau indukan kita makin banyak, maka makin banyak sekolah yang akan diberikan susu," ucap dia.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Moch. Arief Cahyono, mengatakan pembangunan industri susu sapi perah di Poso diperkirakan menggenjot produksi susu nasional hingga 1,8 juta ton. Ia menyebut target ini dapat dicapai dalam tiga hingga lima tahun.

Dengan begitu, kata Arief, produksi ini dapat memenuhi sekitar setengah dari kebutuhan nasional yang saat ini masih bergantung pada impor, yakni sebesar 3,7 juta ton per tahun. “Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi dalam negeri guna mencapai kemandirian pangan,” ucapnya kepada Tempo, Ahad, 27 Oktober 2024.

Menurutnya, kebijakan itu merupakan langkah Kementan untuk menekan ketergantungan impor dan memperkuat industri lokal. Langkah ini, kata Arief, sejalan dengan arahan Presiden untuk mencapai kemandirian pangan nasional.

Ia menambahkan rencana pembangunan industri susu sapi perah ini juga diharapkan membawa dampak positif berupa penciptaan lapangan kerja, penurunan angka pengangguran, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan di sekitar lokasi investasi.

#makan-bergizi-gratis #sudaryono #menteri-pertanian

https://bisnis.tempo.co/read/1934719/wakil-menteri-pertanian-sebut-tidak-harus-ada-susu-di-makan-bergizi-gratis