Dulu Penghasil Aluminium Lembaran Terbesar, Emiten Ini Kini Hentikan Kegiatan Operasi
Alumindo (ALMI) menghentikan kegiatan operasi. Pendapatan ALMI terus merosot. - Halaman all
(InvestorID) 29/10/24 09:52 17173913
JAKARTA, investor.id - PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI) memutuskan untuk menghentikan kegiatan operasi untuk jangka waktu yang belum ditentukan.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Alumindo Light Metal Industry, Wibowo Suryadinata menjelaskan, pada saat go public, perseroan merupakan industri penghasil aluminium lembaran (rolling) terbesar di Asia Tenggara.
Sejak tahun 2018, lanjutnya, pada saat terjadi krisis ekonomi global, Alumindo (ALMI) terkena dampak akibat penetapan tarif bea masuk ke negara Amerika yang merupakan negara tujuan ekspor utama.
“Perseroan telah berupaya mencari pasar penjualan yang baru maupun menggandeng investor/rekanan dalam bidang usaha aluminium lembaran. Namun upaya tersebut belum memberikan hasil,” papar Wibowo dalam keterangan resmi, Selasa (29/10/2024).
Ia menambahkan, pendapatan perseroan terus mengalami penurunan hingga titik terendah dari kuantitas penjualan awal sekitar 10.000 ton/per bulan menjadi hanya kurang dari 2.000 ton/bulan.
Di samping upaya perbaikan operasional, terang Wibowo, melalui rapat umum pemegang saham tanggal 7 Desember 2021, para pemegang saham Alumindo (ALMI) pun sepakat untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sebesar Rp 800 miliar untuk membantu meringankan beban biaya utang perseroan.
“Selanjutnya manajemen perseroan masih terus memberikan upaya terbaik untuk kelangsungan usaha perseroan,” sebutnya.
Hingga akhirnya, jelas Wibowo, manajemen memutuskan untuk menghentikan kegiatan operasi untuk jangka waktu yang belum ditentukan.
Seluruh Aktivitas Operasional
Wibowo mengungkapkan dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, yakni berhentinya seluruh aktivitas operasional Alumindo Light Metal Industry (ALMI) baik produksi, administrasi, maupun penjualan.
Ia menambahkan hal tersebut juga membuat berhentinya seluruh pendapatan dan pengeluaran Alumindo (ALMI) kecuali biaya bunga bank dan kewajiban iuran-iuran.
“Sampai saat ini manajemen perseroan tetap berusaha mencari investor/rekanan untuk mencari target pasar baru maupun peningkatan fasilitas operasi,” jelasnya.
Adapun Alumindo (ALMI) membukukan pendapatan US$ 18,29 juta dan rugi bersih US$ 5 juta hingga kuartal III-2024.
Per 30 September 2024, perseroan mencatatkan pinjaman bank jangka pendek US$ 2,92 juta. Dan utang kepada pihak berelasi US$ 16,81 juta. Kas dan setara kas tinggal US$ 30,85 ribu.
Per tanggal 30 Juni 2024, kepemilikan masyarakat atas saham Alumindo Light Metal Industry (ALMI) adalah sebesar 99.345.200 saham atau 2,61% dari seluruh saham perseroan. Saham ALMI tercatat di papan pemantauan khusus kriteria 6, yakni tidak memenuhi persyaratan untuk dapat tetap tercatat di bursa sebagaimana diatur Peraturan Nomor I-A dan I-V (terkait saham free float). Dipantau pada 29 Oktober pukul 09.48 WIB saham ALMI ada di posisi Rp 82.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #alumindo #almi #alumindo-light-metal-industry #saham-almi #berita-ekonomi-terkini