Lazada Luncurkan AI Lazzie, Kecerdasan Buatan Canggih yang Bikin Belanja Online Makin Praktis
Lazada meluncurkan AI Lazzie sebuah kecerdasan buatan yang memudahkan pembeli mencari produk yang dibutuhkan dan sesuai preferensi. Halaman all
(Kompas.com) 29/10/24 19:23 17182832
KOMPAS.com - Salah satu perusahaan marketplace terbesar di Asia Tenggara, Lazada, baru saja memperkenalkan fitur kecerdasan buatan (AI) bernama AI Lazzie. Fitur ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan dalam berbelanja online.
AI Lazzie ini dirilis bersamaan saat acara Lazada Convergence Forum di Singapura, Selasa (29/10/2024). Fitur ini didasarkan pada ChatGPT yang dikembangkan OpenAI.
Chief Technology Officer Lazada Group Howard Wang, mengatakan penggunaan AI bisa dibilang sudah menjadi keharusan dalam landskap bisnis marketplace saat sekarang, di mana pembeli menuntut kecepatan lebih dan pemilihan produk yang hendak dibeli benar-benar sesuai dengan preferensi serta kebutuhannya.
“Saat kami mendalami cara meningkatkan algoritme AI untuk mempersonalisasi rekomendasi produk, mengoptimalkan rantai pasokan, dan meningkatkan interaksi layanan pelanggan. Jelas bahwa AI akan tetap menjadi pendorong utama dalam mendorong batasan dari apa yang dapat dicapai e-commerce," ungkap Wang.
Dengan fitur AI Lazzie, chatbot bisa memberikan rekomendasi produk kepada pembeli berdasarkan preferensi paling relevan, riwayat pembelian, harga yang diinginkan, hingga penawaran paket maupun diskon yang biasanya sangat dinantikan pembeli.
Teknologi AI Lazzie juga memungkinkan pengguna Lazada bisa meminta pencarian produk yang diminati pada wilayah tertentu yang berdekatan dengan domisili, merangkum ringkasan serta ulasan lengkap produk, dan produk yang paling direkomendasikan berdasarkan riwayat pencarian.
"Kami membantu pengguna untuk menavigasi ratusan menu atau produk secara daring. Jadi, ini adalah pengalaman berbelanja yang benar-benar baru. Dan sejak saat itu, kami terus meningkatkan kemampuan serta kualitas AI ini," ucap Wang.
Fitur paling diandalkan
Dalam laporan yang dirilis Lazada, Chatbot AI dan navigasi pencarian produk secara visual menjadi fitur AI yang paling banyak digunakan selama berbelanja online. Penggunaan chatbot AI tertinggi terdapat di Indonesia dan Filipina.
"Chatbot AI paling sering digunakan untuk memperoleh informasi, terutama guna mengetahui ketersediaan produk, status pengiriman, dan sebagainya. Meskipun chatbot AI dianggap sebagai fitur yang paling membantu dalam belanja daring, mayoritas hanya menggunakannya untuk layanan pelanggan (untuk bertanya)," kata Sachin Somaiya, Director Kantar Profiles.
Kantar mengungkap bahwa hampir dua dari tiga responden (63 persen) di Asia Tenggara percaya bahwa AI telah diadopsi secara luas dalam belanja online, dengan lebih dari separuh responden mengidentifikasi chatbot AI (63 persen), terjemahan (53 persen), dan visual product search (52 persen) sebagai fitur AI utama yang digunakan di e-commerce.
Kenyataannya, adopsi fitur-fitur ini masih di bawah 50 persen dengan masing-masing penggunaan chatbot AI (47 persen), visual product search (40 persen), dan terjemahan (40 persen). Selain itu, hanya satu dari tiga responden yang menilai fitur-fitur ini bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan mereka.
Masih berdasarkan survei, meski hanya butuh hitungan detik untuk memesan barang, pembeli seringkali menghabiskan waktu berlama-lama dalam pencarian produk. Ini karena produk yang muncul dalam pencarian terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan dan preferensi.
"AI bukan hanya untuk pelanggan bertanya, tapi juga punya kemampuan menjadi kurator, di mana chatbot AI juga bisa diandalkan dalam merekomendasikan produk, diskon, dan memastikan proses belanja menjadi sangat cepat dan anti-repot," ungkap dia.