Padahal Baru Stock Split , Saham Ini Sudah Jadi yang Paling Mahal Lagi
Harga saham emiten Sinar Mas, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) tembus Rp 46.500. Membuat saham DSSA kembali jadi yang termahal di BEI. - Halaman all
(InvestorID) 29/10/24 08:14 17191539
JAKARTA, investor.id - Predikat saham dengan harga yang paling ‘mahal’ kembali menjadi milik saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten Grup Sinar Mas.
Per akhir perdagangan 28 Oktober 2024 kemarin, saham DSSA melompat 3,33% ke Rp 46.500. Dan memposisikannya sebagai saham dengan harga ‘termahal’ di Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga saham Dian Swastatika Sentosa ada di atas harga saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang ada di nomor 2 saham ‘termahal’ dengan harga Rp 44.500.
Saham DSSA kembali merangsek ke peringkat atas saham termahal, padahal saham ini baru saja di-stock split.
Saham DSSA resmi stock split pada 18 Juli 2024 (baru sekitar 3 bulan lalu) dengan rasio 1:10. Saat itu, harga saham DSSA yang awalnya Rp 290.000 menjadi Rp 29.000. Dan kini saham DSSA sudah melambung lagi 60,3% ke Rp 46.500 per 28 Oktober.
Diakumulasi
Saham emiten Grup Sinar Mas, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) ada yang akumulasi pada perdagangan 28 Oktober kemarin.
Broker UBS Sekuritas Indonesia mencatatkan net buy saham DSSA Rp 17,3 miliar, dan Ciptadana Sekuritas Asia juga net buy Rp 8,8 miliar.
Asing terpantau banyak belanja saham emiten Grup Sinar Mas ini. Di mana asing mencatatkan net buy Rp 11,9 miliar.
Dian Swastatika Sentosa (DSSA) akan melakukan penyampaian laporan keuangan (lapkeu) kuartal III untuk tahun buku 2024 yang diaudit oleh akuntan publik. Pelaksanaan audit tersebut dilakukan di tengah kabar rencana merger PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) - yang juga merupakan entitas Grup Sinar Mas - dengan PT XL Axiata Tbk (EXCL).
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #dian-swastatika-sentosa #dssa #sinar-mas #saham-dssa #berita-ekonomi-terkini