Harga CPO Meroket hingga Tembus Level Tertinggi

Harga CPO Meroket hingga Tembus Level Tertinggi

Harga CPO meroket ke level tertinggi dalam dua tahun terakhir pada Selasa (29/10/2024), akhiri pelemahan dalam dua hari beruntun - Halaman all

(InvestorID) 30/10/24 05:22 17191544

JAKARTA, investor.id Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) meroket ke level tertinggi dalam dua tahun terakhir pada Selasa (29/10/2024). Ini mengakhiri pelemahan dalam dua hari beruntun. Hal itu karena ekspektasi ekspor yang menguat.

Berdasarkan data BMD pada penutupan Selasa, kontrak berjangka CPO untuk November 2024 melonjak 106 Ringgit Malaysia menjadi 4.737 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO Desember 2024 melejit 106 Ringgit Malaysia menjadi 4.682 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka CPO Januari 2025 terkerek 108 Ringgit Malaysia menjadi 4.637 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Februari 2025 meningkat 103 Ringgit Malaysia menjadi 4.573 Ringgit Malaysia per ton.

Sedangkan kontrak berjangka CPO Maret 2025 naik 87 Ringgit Malaysia menjadi 4.493 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO April 2025 melesat 75 Ringgit Malaysia menjadi 4.410 Ringgit Malaysia per ton.

Dikutip dari Bernama, analis senior dari Fastmarket Palm Oil Analytics Sathia Varqa menyatakan, kenaikan ini didorong oleh sentimen pasar yang optimistis, ekspor yang kuat, serta prospek produksi yang stabil untuk Oktober.

Sathia menjelaskan, lonjakan harga ini mencerminkan fundamental positif dengan permintaan ekspor yang kuat dari Malaysia sepanjang bulan ini. "Dari 1 hingga 25 Oktober, harga CPO mengalami peningkatan sebesar 10% dibandingkan periode yang sama pada September, mengindikasikan kekuatan ekspor yang berlanjut," ujarnya.

Data Produksi

Data resmi dari Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) mengenai produksi dan stok minyak sawit akan dirilis pada 11 November mendatang.

Meski ada fluktuasi di pasar minyak nabati lainnya, seperti bursa Dalian dan Zhengzhou di China, harga minyak sawit berjangka tetap menunjukkan tren kenaikan tajam. “Spekulasi mengenai pemulihan ekonomi China juga dapat mendukung harga, terutama dengan adanya wacana stimulus fiskal baru dari pemerintah China,” tambahnya.

Kebijakan pemulihan ekonomi China akan menjadi krusial, mengingat negara tersebut merupakan salah satu dari tiga pasar ekspor terbesar untuk minyak sawit Malaysia dan Indonesia.

Sementara itu, pedagang minyak sawit David Ng mengatakan, kenaikan harga CPO didukung oleh ekspektasi produksi yang lemah dalam beberapa pekan mendatang dan penurunan level stok di dalam negeri, yang turut mendukung sentimen harga. “Kami melihat adanya level support di 4.580 Ringgit Malaysia per ton dan resistance di 4.700 Ringgit Malaysia per ton,” ungkapnya.

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-cpo #cpo #kontrak-berjangka-cpo #level-tertinggi-cpo #ekspor-cpo #produksi-cpo #ekonomi-china #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/378399/harga-cpo-meroket-hingga-tembus-level-tertinggi