Cegah Kebakaran, ASPAN Jadi Wadah Pengusaha dan Produsen Alat Pemadam untuk Tingkatkan Standar Keselamatan

Cegah Kebakaran, ASPAN Jadi Wadah Pengusaha dan Produsen Alat Pemadam untuk Tingkatkan Standar Keselamatan

Terbentuknya ASPAN akan berperan sebagai wadah bagi produsen, profesional, dan pengusaha di industri alat pemadam kebakaran. 

(Kompas.com) 30/10/24 11:55 17210101

JAKARTA, KOMPAS.com – Di tengah meningkatnya kasus kebakaran di wilayah DKI Jakarta, kebutuhan akan peningkatan standar keselamatan kebakaran menjadi semakin mendesak. Sebagai langkah konkret menghadapi situasi ini, pada 2024 terbentuklah Asosiasi Pengusaha Alat Pemadam Api Nasional (ASPAN).

Data dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mencatat sepanjang 2023 terjadi 2.286 kebakaran.

Penyebab utama kebakaran berasal dari korsleting listrik (1.216 kejadian), diikuti pembakaran sampah (337 kejadian), gas (205 kejadian), rokok (130 kejadian), lilin (1 kejadian), serta penyebab lainnya.

Oleh sebab itu, terbentuknya ASPAN akan berperan sebagai wadah bagi produsen, profesional, dan pengusaha di industri alat pemadam kebakaran.

ASPAN diharapkan dapat menjadi platform edukasi, kolaborasi, dan advokasi untuk mendorong terciptanya standar keselamatan kebakaran yang lebih baik di Indonesia.

"ASPAN siap menjadi payung bagi para pengusaha, profesional, dan produsen alat pemadam api," kata Ketua ASPAN, Topik, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/10/2024).

Topik menjelaskan bahwa asosiasi ini akan memfasilitasi pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan inovasi guna memenuhi standar keselamatan yang lebih tinggi.

Selain itu, ASPAN juga berupaya memperkuat jaringan kerja sama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memastikan regulasi dipatuhi oleh para pelaku industri.

ASPAN, yang dapat diakses melalui laman resminya di www.aspan.or.id, menargetkan peningkatan kualitas dan keamanan produk dengan berfokus pada teknologi terbaru di bidang alat pemadam kebakaran.

Saat ini, sudah ada sekitar 10 perusahaan yang bergabung, dengan keanggotaan yang dibebaskan dari biaya pada tahun pertama.

“Visi kami adalah menjadi pelopor dalam meningkatkan standar keselamatan kebakaran di Indonesia melalui pengembangan dan penerapan teknologi alat pemadam yang terpercaya dan inovatif,” ujar Topik.

Kebakaran bisa terjadi kapan aja dan di mana saja, sehingga upaya terbaik adalah upaya untuk menghindari terjadinya kebakaran. Tak hanya di Jakarta, di daerah juga marak terjadi kebakaran yang menyebabkan kerugiab ekonomi tidak sedikit.

Pantauan Regional Kompas.com, tiga peristiwa kebakaran di daerah terpantau dalam 24 jam. Misal, yang pertama kebakaran tiga unit rumah di Kelurahan Kalabahi Tengah, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), terbakar pada Selasa (29/10/2024).

Selain rumah, satu unit mobil jenis Daihatsu Xenia dan satu unit sepeda motor jenis Honda Beat ikut hangus terbakar.

Kemudian, kebakaran Gudang pabrik egg tray atau tatakan telur di Desa Adan-adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, terbakar pada Selasa (29/10/2024) petang.

Besarnya kebakaran membuat petugas pemadam menerjunkan lima unit mobil pemadam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 150 juta.

Selanjutnya, kebakaran toko makanan ringan di Gresik, dengan kerugian ditaksir hingga mencapai Rp 50 juta. Penyebab kebakaran diduga dari korsleting listrik freezer.

#jakarta #aspan

https://money.kompas.com/read/2024/10/30/115518326/cegah-kebakaran-aspan-jadi-wadah-pengusaha-dan-produsen-alat-pemadam-untuk?utm_source=Google&utm_medium=Newstand&utm_campaign=partner