GOTO Makin Dekati Target Impas, Pemicunya Diungkap
GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) makin mendekati target kinerja EBITDA grup yang disesuaikan impas. EBITDA Grup GOTO mencetak rekor. - Halaman all
(InvestorID) 30/10/24 17:40 17221706
JAKARTA, investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan pertumbuhan pendapatan bruto 34% yoy menjadi Rp 4,7 triliun pada kuartal III-2024. EBITDA Grup GOTO yang disesuaikan berbalik positif dan mencapai rekor tertinggi baru sebesar Rp 137 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu yang merugi Rp 559 miliar.
Dengan demikian, GOTO makin mendekati target kinerja EBITDA grup yang disesuaikan impas untuk keseluruhan pada tahun buku 2024.
Adapun GTV inti grup meningkat 74% menjadi Rp 72 triliun pada kuartal III-2024 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. GTV grup naik 37% yoy menjadi Rp 137,4 triliun. Kinerja GOTO tersebut ditopang oleh pertumbuhan pengguna bulanan (monthlytransactingusers) yang mencapai 21% yoy di seluruh ekosistem GOTO.
Pendapatan bersih GOTO mencapai Rp 3,9 triliun, melonjak 106% yoy. Alhasil, GOTO membukukan rugi periode berjalan sebesar Rp 655 miliar pada kuartal III-2024 atau terpangkas 58% yoy. Hal tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan dan berkurangnya pengeluaran untuk insentif dan pemasaran produk.
Perseroan juga mendapatkan e-commerce service fee dari Tokopedia pada kuartal III-2024 sebesar Rp 191 miliar atau bersih senilai Rp 172 miliar setelah pajak pertambahan nilai (PPN).
Direktur Utama GOTO, Patrick Walujo mengatakan, semua lini bisnis bergerak optimal seiring dengan percepatan bisnis. “Strategi kami berhasil karena setiap bagian ekosistem dapat memberikan nilai tambah kepada unit bisnis lainnya, sebuah model yang makin membuahkan hasil seiring dengan upaya kami secara agresif mendapatkan pengguna baru dan meningkatkan profitabilitas,” kata dia dalam keterangannya.
Dengan perkembangan positif tersebut, menurut dia, pihaknya juga memperkirakan segmen fintech akan mencapai EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal selanjutnya, satu tahun lebih cepat dari target sebelumnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan GOTO, Simon Ho menambahkan bahwa bisnis perseroan berkembang pesat, terutama untuk segmen fintech. “Kami juga terus berhati-hati dalam mengelola beban. Hal ini tercermin nyata dalam pertumbuhan top line dan perbaikan bottom line, baik di level unit bisnis maupun grup,” jelas dia.
Simon menegaskan, hasil kuartal ketiga ini menandai pencapaian perbaikan EBITDA yang disesuaikan dalam sembilan kuartal berturut-turut dari tahun ke tahun. Perseroan berharap dapat terus mendorong pertumbuhan bisnis dalam beberapa bulan mendatang, sambil melakukan penghematan biaya lebih lanjut dan memperkuat upaya perbaikan bottom line.
“Kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai target EBITDA grup yang disesuaikan impas untuk keseluruhan tahun ini,” ucapnya.
RealisasiBuybackSaham
Sementara itu, beban kas rutin tetap grup menurun sebesar 3% yoy menjadi Rp 1,4 triliun dan biaya kas perusahaan yang dilaporkan juga menurun sebesar 37% dari tahun ke tahun. GOTO pun mempertahankan posisi kas dan neraca yang solid. Per 30 September 2024, perseroan memiliki Rp 21 triliun atau US$ 1,39 miliar dalam bentuk kas, setara kas, dan deposito jangka pendek.
Perseroan berharap dapat mencatatkan penghematan tambahan dalam beberapa bulan mendatang sebagai dampak positif dari kontrak layanan cloud yang baru-baru ini ditandatangani dengan Alibaba dan Tencent.
Di sisi lain, pada Juni 2024, pemegang saham GOTO menyetujui program pembelian kembali saham (share buyback) selama 12 bulan dengan alokasi sampai dengan US$ 200 juta. Hingga 30 September 2024, GOTO telah melakukan pembelian kembali sebanyak 14.141.175.803 saham dengan total nilai sekitar US$ 49 juta atau setara Rp 743 miliar.
Seluruh agenda dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) telah mendapat persetujuan, termasuk penarikan kembali saham treasuri, yang berdampak pada pengurangan jumlah saham Seri A yang beredar sebanyak 10.264.665.616 saham. Penarikan kembali saham treasuri ini diperkirakan akan selesai pada awal November 2024.
Saham treasuri tersebut merupakan saham hasil pembelian kembali yang dilakukan GOTO sebelum masa IPO, yaitu pada 2021 dan 2022, serta saham yang diperoleh dari pelaksanaan program stabilisasi harga saham perseroan pasca-IPO (greenshoe).
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #goto #saham-goto #rugi-goto #laporan-keuangan-goto #tokopedia #ebitda-goto #buyback-saham #go-jek #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/378490/goto-makin-dekati-target-impas-pemicunya-diungkap