Harga Minyak Kembali Jatuh di Tengah Kabar Diplomasi Akhiri Perang di Lebanon
Harga minyak dunia kembali jatuh pada Selasa (29/10/2024), menyusul adanya laporan mengenai upaya diplomasi untuk akhiri perang di Lebanon - Halaman all
(InvestorID) 30/10/24 04:39 17237436
HOUSTON, investor.id — Harga minyak dunia kembali jatuh pada Selasa (29/10/2024), menyusul adanya laporan mengenai upaya diplomasi untuk mengakhiri perang di Lebanon yang dipimpin Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent terpangkas 30 sen (0,4%) menjadi US$ 71,12 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) melemah 17 sen (0,3%) ke US$ 67,21 per barel. Pelemahan ini melanjutkan penurunan lebih dari 6% pada perdagangan sebelumnya.
Menurut laporan Axios, Netanyahu akan mengadakan pertemuan dengan menteri kabinet, pejabat militer, serta kepala intelijen Israel untuk membahas solusi diplomatik terkait perang di Lebanon. Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyatakan, Iran akan ‘menggunakan semua alat yang tersedia’ sebagai respons atas serangan Israel pada akhir pekan lalu.
Selain ketegangan geopolitik, harga minyak turut tertekan oleh lemahnya permintaan dari China, negara importir minyak terbesar di dunia.
CEO BP Murray Auchincloss menyatakan, permintaan minyak diprediksi akan kembali pulih setelah Presiden China Xi Jinping menerapkan kebijakan stimulus ekonomi baru. Hal yang sama juga diungkapkan CEO Saudi Aramco, sembari menambahkan bahwa pasar minyak saat ini dalam kondisi seimbang, dengan permintaan yang diperkirakan mencapai rata-rata 104,5 juta barel per hari sepanjang tahun ini.
“Pasar sempat berupaya untuk melakukan pemulihan, namun masih menghadapi tekanan akibat permintaan yang lemah dari China dan kekhawatiran terkait meningkatnya pasokan minyak,” ujar Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates.
Stok Minyak AS
Sedangkan di AS, stok minyak mentah tercatat turun sebesar 573 ribu barel pada pekan yang berakhir 25 Oktober, menurut data American Petroleum Institute. Persediaan bensin turun 282 ribu barel, dan stok distilat turun 1,46 juta barel. Sementara itu, data resmi dari pemerintah AS dijadwalkan rilis pada Rabu (30/10/2024) pagi waktu setempat.
Selain itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada 7 November mendatang turut mempengaruhi sentimen pasar minyak.
Menurut jajak pendapat Reuters, sebanyak 111 ekonom memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, dengan mayoritas di antaranya memprediksi adanya pemangkasan lanjutan pada Desember. Suku bunga yang lebih rendah berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi dan permintaan minyak.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #minyak-mentah #brent #wti #perang-di-lebanon #stok-minyak #the-fed #permintaan-china #berita-ekonomi-terkini