Harga Minyak Dunia Tercatat Rebound, Dua Hal Ini Ternyata Jadi Pendorong
Dua faktor ini menjadi penyebab harga minyak dunia mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Akankan terus bertahan atau kembali turun?
(WE Finance) 31/10/24 08:53 17243941
Warta Ekonomi, Jakarta -Harga minyak mentah dunia berhasil pulih setelah mengalami penurunan awal pekan ini. Rebound ini dipicu oleh penurunan mengejutkan dalam stok minyak mentah dan bensin di Amerika Serikat (AS).
Analis Kpler, Matt Smith menyatakan bahwa penurunan persediaan bensin menandakan adanya permintaan yang kuat di pasar. Hal ini juga dapat menjadi tanda aadanya potensi peningkatan permintaan di pasar global.
“Penurunan persediaan bensin menunjukkan permintaan yang kuat di tengah turunnya impor,” kata Smith dilansir Kamis (31/10).
Tercatat pada perdagangan sebelumnya, New York Mercantile Exchange menunjukkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik sebesar US$1,4 atau 2,08%, menjadi US$68,61 per barel. Sementara itu, di London ICE Futures Exchange, harga minyak Brent untuk pengiriman Desember mencatat kenaikan sebesar US$1,43 atau 2,01%, menetap di level US$72,55 per barel.
Adapun pergerakan harga minyak mentah dunia juga disebabkan oleh spekulasi seputar langkah-langkah OPEC+. Gabungan negara-negara eksportir minyak tersebut dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menunda rencana peningkatan produksi yang semula dijadwalkan pada Desember mendatang. Langkah ini dinilai logis oleh banyak pihak, mengingat lemahnya permintaan global dan ketidakpastian ekonomi di beberapa wilayah, terutama China.
Keputusan terkait produksi OPEC+ ini mungkin akan diumumkan dalam pertemuan pada 1 Desember. Diprediksi, para pemimpin negara penghasil minyak akan berkumpul untuk mengevaluasi kondisi pasar.
Dengan pasar yang tengah sensitif terhadap ketidakpastian politik dan ekonomi global, harga minyak masih berpotensi mengalami volatilitas. Jika ketegangan geopolitik, terutama di Timur Tengah, kembali memanas, harga komoditas ini kemungkinan besar akan fluktuatif dalam waktu dekat.