Bos Bank Mandiri Beberkan Pertimbangan untuk Turunkan Bunga Kredit
Menurut Bank Mandiri, penyesuaian suku bunga kredit perbankan juga akan memperhitungkan tingkat likuiditas pasar dan biaya pendanaan atau cost of fund Halaman all
(Kompas.com) 31/10/24 08:40 17244582
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyatakan, tingkat suku bunga kredit perusahaan tidak akan serta-merta turun mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), BI-Rate.
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, untuk kredit berbasis reference rate atau mengikuti pergerakan BI-Rate, tentu akan mengalami penyesuaian setelah bank sentral melakukan penyesuaian terhadap kebijakan moneternya.
"Penurunan suku bunga acuan tidak akan serta-merta dapat langsung diikuti untuk penurunan suku bunga pinjaman secara fixed rate," ujar dia, dalam konferensi pers, Rabu (30/10/2024).
Darmawan menjelaskan, penyesuaian suku bunga kredit perbankan juga akan memperhitungkan tingkat likuiditas pasar dan biaya pendanaan atau cost of fund (CoF).
Adapun kondisi likuiditas perbankan saat ini dinilai masih menjadi tantangan utama, sehingga pada akhirnya berpengaruh terhadap CoF yang lebih tinggi.
"Jika tingkat likuiditas menunjukan perbaikan, terdapat potensi penurunan cost of fund yang pada akhirnya juga akan diikuti dengan penurunan suku bunga pinjaman secara keseluruhan," tutur Darmawan.
Untuk merespons tantangan tersebut, Darmawan bilang, saat ini perseroan berfokus menjaga tingkat loan to deposit ratio (LDR) di level yang optimal, dengan meningkatkan dana murah atau current account and saving account (CASA) lewat pemanfaatan aplikasi Kopra dan Livin.
"Diharapkan dengan strategi tersebut cost of fund dapat kami turunkan secara stimultan," katanya.
Berdasarkan data laporan kinerja perusahaan, total dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 14,9 persen secara tahunan menjadi Rp 1.667 triliun hingga kuartal III-2024.
Pertumbuhan itu utamanya didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 15 persen secara tahunan menjadi Rp 1.231 triliun, sehingga rasio CASA terhadap DPK mencapai 73,8 persen.