Pegadaian Liga 2, Ajak Suporter Ciptakan Tradisi Baik Sepak Bola Indonesia

Pegadaian Liga 2, Ajak Suporter Ciptakan Tradisi Baik Sepak Bola Indonesia

Bergulirnya Pegadaian Liga 2 2024-2025 tidak hanya sekadar menyajikan tontonan bola di lapangan saja, tetapi juga memberikan banyak warna sosial.

(Kompas.com) 31/10/24 11:00 17249832

KOMPAS.com - Kompetisi PegadaianLiga 2 2024-2025 semakin sengit mendekati akhir putaran pertama. Sebanyak 26 tim bersaing untuk meraih posisi terbaik klasemen sementara di grup masing-masing.

Bergulirnya kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia ini tidak hanya sekadar menyajikan tontonan olah bola seru di lapangan saja, tetapi juga memberikan banyak warna sosial.

Hal itu seperti kegiatan dukung geliat UMKM, peduli lingkungan dengan bersih-bersih di stadion, dan aksi nyata menanam pohon.

Kegiatan-kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi PT Pegadaian dan PT Liga Indonesia Baru bekerja sama dengan pelaku UMKM serta suporter di setiap daerah.

Harapannya, keterlibatan banyak pihak membuat sepak bola Indonesia makin dicintai masyarakat dan berdampak positif pada lingkungan sekitar.

"Melalui Pegadaian Liga 2 ini, kami ingin memberikan dampak positif yang berkelanjutan, dimulai dari ajang ini untuk meng-emas-kan Indonesia,” kata Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan.

Kepedulian terhadap lingkungan salah satunya yang ditunjukkan suporter PSIM Yogyakarta usai laga peka ke-9 Pegadaian Liga 2 2024-2025 melawan Persekat Tegal.

Suporter melakukan aksi bersih-bersih Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Minggu (27/10/2024) lalu.

Bermodalkan trashbag, para suporter bahu-membahu membersihkan sampah area tribune yang mereka duduki. Kegiatan bersih-bersih memulai kebiasaan positif baru bagi suporter.

Selain itu, bersih-bersih bersama juga meningkatkan kekompakan dan kerukunan antarsuporter.

"Menurut saya, kegiatan ini sangat bagus. Ini menunjukkan suporter Liga 2 juga sudah memiliki pemikiran yang dewasa dan semoga menular menjadi tradisi baru di kalangan suporter lainnya," ucap suporter PSIM, Siapang, kepada Kompas.com.

"Mungkin itu juga dampak positif dari Tragedi Kanjuruhan yang menjadi momentum berbenah bagi semua," tuturnya.

Instagram @bawahskor Sampah yang dikumpulkan sejumlah suporter klub Liga 2 2024-2025, PSIM Jogyakarta membersihkan sampah yang ada di stadion usai menyaksikan pertandingan.

Sebenarnya, aksi bersih-bersih sampah ini sudah berlangsung sejak Maret 2014 yang diinisiasi Komunitas Bawah Skor, berawal dari keresahan terhadap permasalahan sampah, termasuk upaya menjaga lingkungan stadion ini dimulai dari tribune penonton.

"Masalah sampah ini persoalan dasarnya adalah membuang sampah pada tempatnya. Bawah Skor memulai dengan cara kami memberi tahu dengan membuang sampah (pada tempatnya) dahulu. Goals-nya nanti ada reduce, reuse, recycle, siklusnya yang pertama itu buang sampah dengan banar," kata Dimaz, Founder Bawah Skor.

"Lambat laun sudah ada inisiatif teman-teman yang melihat gerakan yang secara rutin, terus mereka ingin gabung, mulai dari tribune utara, selatan, basisnya Brajamusti," katanya.

Aksi ini diharapkan menjadi energi positif dalam mendukung klub PSIM Jogja dan menumbuhkan semangat menjaga kebersihan area stadion di kalangan suporter.

Sementara itu, pengamat sepak bola Indonesia, Akmal Marhali, memberikan apresiasinya terhadap inovasi yang dijalankan. Menurut dia, tradisi positif memang harus ada yang memulai dan memberikan contoh.

"Inovasi yang dilakukan Pegadaian dan LIB seperti bersih-bersih stadion dan lain-lainnya adalah hal yang baik patut kita apresiasi," kata pria yang biasa disapa Akmal ini kepada Kompas.com.

Ia berharap program ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga menjadi aksi yang mematik efek domino hal-hal baik yang lebih besar pada masa depan.

"Meskipun ini sifatnya pendamping, tetapi bisa menjadi awal yang baik sambil memperbaiki fokus yang fundamental dalam kompetisi," tuturnya.

#pegadaian #psim-yogyakarta #suporter #sepak-bola-indonesia #liga-2-2024-2025

https://bola.kompas.com/read/2024/10/31/11000038/pegadaian-liga-2-ajak-suporter-ciptakan-tradisi-baik-sepak-bola-indonesia