Bos GoTo Optimistis Bisnis Fintech GOTO Capai "Adjusted" EBITDA Positif 1 Tahun Lebih Cepat Halaman all
Secara bisnis GoTo Financial, pertumbuhan yang dibukukan meningkat signifikan dan menjadi pendorong pertumbuhan bisnis dan profitabilitas perseroan. Halaman all
(Kompas.com) 31/10/24 10:38 17266317
JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Patrick Walujo optimistis perseroan bisa mencatatkan EBITDA yang disesuaikan (adjusted) positif untuk lini bisnis Financial Technology (Fintech) melalui GoTo Financial (GTF) pada kuartal IV-2024.
Keyakinan itu didorong oleh pencapaian EBITDA yang disesuaikan Grup di kuartal III-2024 (3 bulan) yang mencapai rekor tertinggi Rp 137 miliar secara kuartalan dan rugi EBITDA yang disesuaikan bisnis fintech yang susut signifikan menjadi rugi tersisa hanya Rp 65 miliar dari periode yang sama tahun lalu rugi Rp 388 miliar di Q3-2023.
“Dengan perkembangan positif tersebut, kami juga memperkirakan segmen fintech [GTF] akan mencapai EBITDA yang disesuaikan positif di kuartal selanjutnya, satu tahun lebih cepat dari pedoman sebelumnya,” sebut Patrick, dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (31/10/2024).
Patrick menegaskan, strategi yang diterapkan selama ini berhasil karena setiap bagian ekosistem dapat memberikan nilai tambah kepada unit bisnis lainnya.
“Sebuah model yang semakin membuahkan hasil seiring dengan upaya kami secara agresif mendapatkan pengguna baru dan meningkatkan profitabilitas di seluruh bisnis kami yang berkembang pesat,” katanya.
“Pada akhirnya, kami ingin pengguna dapat menikmati semua manfaat dari produk pembayaran dan layanan on-demand yang berfungsi untuk menyalurkan pengguna yang tepat untuk menemukan dan memanfaatkan produk pinjaman kami,” tambah dia.
Secara bisnis GTF, pertumbuhan yang dibukukan juga meningkat signifikan dan menjadi pendorong pertumbuhan bisnis dan profitabilitas perseroan.
Penggerak utama profitabilitas adalah bisnis pinjaman seiring dengan nilai pinjaman konsumen yang disalurkan (outstanding loans) naik tiga kali lipat YoY di kuartal ketiga 2024 menjadi Rp 4,3 triliun dengan tingkat kredit bermasalah (NPL) yang stabil.
Sekitar 45 persen dari jumlah pinjaman yang disalurkan berasal dari pengguna e-commerce, 40 persen dari pengguna layanan On-Demand Services atau Gojek, dan sisanya dari pengguna aplikasi GoPay.
“Terdapat ruang pertumbuhan yang signifikan seiring dengan penetrasi pinjaman yang relatif rendah, yaitu hanya beberapa persen dari total pengguna, sementara permintaan untuk kredit substansial, yaitu satu dari tujuh pengguna layanan GoPay dan Gojek mengajukan kredit dalam 12 bulan terakhir,” tulis manajemen GoTo.
Sebab itu, perseroan memperkirakan nilai pinjaman konsumen yang disalurkan dapat meningkat dua kali lipat dibanding September 2024 pada akhir tahun depan.
Pinjaman melesat
Pendapatan dari jasa pinjaman melonjak 527 persen YoY di Q3-2024 (3 bulan) menjadi Rp 565 miliar, berkontribusi 14 persen dari pendapatan bersih Grup pada kuartal ketiga. Sekitar 80 persen dari total pinjaman yang disalurkan oleh GoTo didanai oleh Bank Jago.
Sementara jika dihitung 9 bulan, pendapatan bersih dari jasa pinjaman meroket 593 persen menjadi Rp1,23 triliun dari periode yang sama tahun lalu hanya Rp178 mliar.
“Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem berjalan dengan baik, dengan berbagai produk dan penggunaan layanan di Grup, yang mendorong pertumbuhan pengguna, sekaligus memperdalam penetrasi pinjaman secara bertanggung jawab dan akuntabel,” tulis manajemen GoTo.
Nilai transaksi bruto (GTV) inti fintech mencapai Rp64,6 triliun di Q3-2024 (3 bulan), naik 82 persen YoY, sementara GTV mencapai Rp 130,6 triliun, atau tumbuh 38 persen YoY. Adapun dalam 9 bulan, GTV inti bisnis fintech naik 62 persen menjadi Rp 169 triliun dan GTV fintech naik 29 persen menjadi Rp 357 triliun.