Enzo Maresca Tiru Gaya Mourinho, Tahan Komentar soal Kontroversi Kartu Kuning Anthony Gordon
Enzo Maresca tiru gaya Mourinho, enggan kritik wasit usai kekalahan Chelsea dari Newcastle.
(Kompas.com) 31/10/24 21:02 17274782
KOMPAS.com - Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, menahan diri dari mengomentari keputusan wasit terkait kartu kuning Anthony Gordon setelah kekalahan 0-2 dari Newcastle United dalam laga Piala Liga.
Mirip dengan sikap ikonik Jose Mourinho dahulu, Maresca memilih untuk tidak mengkritik wasit usai laga, dengan berkata, “Saya lebih memilih untuk tidak berbicara tentang wasit.”
Kekalahan dari Newcastle tersebut menjadi pukulan bagi Chelsea, yang baru saja menaklukkan lawan yang sama dengan skor 2-1 dalam pertandingan Liga Inggris di Stamford Bridge beberapa hari sebelumnya.
Namun, saat laga kembali digelar di St. James\' Park, Chelsea tampil kurang tajam.
Tim asuhan Eddie Howe tampil jauh lebih agresif dan berhasil membalikkan keadaan demi membalas kekalahan akhir pekan lalu.
Maresca yang mengandalkan pemain lapis kedua dalam pertandingan piala tampaknya kurang memberikan dampak seperti yang diharapkan.
Hal ini justru menimbulkan perbandingan dengan performa mereka di laga sebelumnya.
Maresca mengaku tidak melihat perbedaan signifikan dari permainan Newcastle pada dua pertandingan tersebut, hanya saja menurutnya, gol pertama bisa dihindari.
“Kami tahu bahwa mereka agresif di tengah, jadi solusinya adalah bermain melebar. Namun, itu tetap bisa terjadi.”
Keputusan Maresca untuk tidak menurunkan pemain andalannya, Cole Palmer, yang hanya duduk di bangku cadangan, juga menuai kritik.
Banyak pihak mempertanyakan kenapa Palmer, yang menjadi pemain kunci Chelsea belakangan ini, tidak diberi kesempatan tampil saat tim tertinggal 0-2.
Dalam konferensi persnya, Maresca menjelaskan keputusannya: “Joao (Felix) dan Christo (Nkunku) bermain cukup baik. Palmer memang disiapkan bila dibutuhkan, namun tidak ada alasan untuk mengganti mereka.”
Chelsea kini harus merelakan kesempatan meraih trofi Piala Liga musim ini, yang dinilai sebagai peluang realistis untuk mengakhiri musim dengan prestasi.
Bagi Maresca, keputusan strategisnya, mulai dari tidak memasukkan Palmer hingga memilih lapis kedua, menjadi sorotan, terutama mengingat betapa pentingnya laga ini dalam menjaga harapan Chelsea untuk meraih trofi musim ini.