Pertamina Gandeng USAID untuk Studi Teknologi CCS dan CCUS di AS Halaman all

Pertamina Gandeng USAID untuk Studi Teknologi CCS dan CCUS di AS Halaman all

Kerja sama antara Pertamina dan USAID dalam teknologi CCS/CCUS telah berjalan sejak 2023. Halaman all

(Kompas.com) 01/11/24 07:00 17299986

HOUSTON, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) terus memperkuat upaya dekarbonisasi melalui kerja sama internasional dengan USAID (United States Agency for International Development).

Bersama-sama, kedua pihak melakukan studi benchmarking teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) dengan mengunjungi beberapa perusahaan energi di Houston, Amerika Serikat.

Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication Pertamina, menyatakan bahwa kegiatan ini penting untuk meningkatkan pemahaman Pertamina dalam teknologi CCS/CCUS sekaligus memperkuat kolaborasi internasional.

“Penerapan teknologi CCS/CCUS merupakan salah satu komitmen Pertamina dalam dekarbonisasi, untuk mengurangi emisi sekaligus solusi energi berkelanjutan, dan mendukung pencapaian swasembada energi sebagaimana dicanangkan Pemerintah,” ujar Fadjar melalui keterangan pers, Kamis (31/10/2024).

Kerja sama antara Pertamina dan USAID dalam teknologi CCS/CCUS telah berjalan sejak 2023 dengan tujuan memperkuat implementasi secara komersial di Indonesia.

"Kerja sama ini diharapkan akan lebih luas mencakup pemahaman tentang kerangka regulasi, potensi pasar, teknologi mutakhir serta dukungan finansial sehingga penerapan CCS dan CCUS di Indonesia bisa efektif dan menjadi bisnis yang menjanjikan di masa depan,” tambah Fadjar.

Pertamina Perkuat Teknologi Hijau

Selama kunjungan di Houston, delegasi Pertamina mengikuti berbagai sesi best practice di perusahaan energi AS.

Pertamina berdiskusi dengan ExxonMobil, perusahaan yang telah mengakuisisi Denbury Inc. yang berpengalaman dalam pengembangan CCS/CCUS, serta mengikuti sharing session di Drilling Support Center dan Pipeline Control Center milik Chevron.

Pertamina juga menghadiri sesi berbagi pengetahuan di Occidental Petroleum (Oxy) dan mengunjungi Rice University’s Baker Institute for Public Policy serta The Center for Carbon Management in Energy (CCME) di University of Houston.

Retno Setianingsih, Senior Energy Program Specialist USAID/Indonesia, menyatakan bahwa Amerika Serikat mendukung Indonesia dalam memperluas layanan energi yang andal dan berkelanjutan.

“Sebagai bagian dari komitmen ini, USAID telah memberikan pendampingan teknis untuk membantu Indonesia bertransisi menuju ekonomi rendah karbon,” ucap Retno.

Stella Octaviani Bustan, Senior Expert Investor Relations PT Pertamina (Persero) dan salah satu peserta benchmark, mengapresiasi dukungan USAID.

“Upaya mencapai keberlanjutan memerlukan kerja sama dengan banyak pihak, dan kami sangat berterima kasih kepada USAID atas dukungan dan kerja sama yang sangat membantu kami mewujudkan transisi energi dengan menerapkan solusi rendah karbon,” ujar Stella.

Sebagai informasi, Pertamina sebagai pemimpin dalam transisi energi, berkomitmen mencapai target Net Zero Emission pada 2060.

Pertamina juga terus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 7, 8, dan 13, dengan menerapkan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnisnya.

#pertamina #ccs #ccus #houston

https://money.kompas.com/read/2024/11/01/070000626/pertamina-gandeng-usaid-untuk-studi-teknologi-ccs-dan-ccus-di-as?page=all&utm_source=Google&utm_medium=Newstand&utm_campaign=partner