Targetkan Pembiayaan Senilai Rp 50 Miliar, Qazwa Gandeng eJahit untuk Perkuat Ekosistem Bisnis Fesyen Lokal
Pembiayaan tersebut menggunakan model ecosystem financing selama 12 bulan. Halaman all
(Kompas.com) 01/11/24 14:18 17315204
KOMPAS.com –Industri fesyen memberikan kontribusi sebesar 17,7 persen atau Rp 225 triliun kepada perekonomian Indonesia. Pada 2022, nilai ekspor sektor ekonomi kreatif bahkan mencapai Rp 259,3 triliun.
Namun, industri tekstil dan baju sempat mengalami kontraksi sebesar 0,03 persen secara year-on-year (yoy) akibat membludaknya produk tekstil inpor di pasar Indonesia.
Menjawab tantangan itu, platform peer-to-peer (P2P) financing syariah, Qazwa, berkomitmen untuk mendukung industri fesyen lokal dengan membukakan akses permodalan yang aman dan mudah.
Pada gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (31/10/2024), Qazwa menandatangani perjanjian kerja sama dengan eJahit.
Chief Executive Officer (CEO) Qazwa Dikry Paren mengatakan, menurut data, setidaknya 71 persen pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bergantung sepenuhnya dari dompet sendiri dan keluarga untuk akses permodalan bisnis mereka.
Untuk itu, mereka membutuhkan akses lebih terhadap permodalan guna mengakselerasi bisnis yang dijalankan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pemilik merk fesyen lokal untuk mendapatkan permodalan yang aman dan mudah serta berdampak positif terhadap kemajuan bisnis yang dimiliki.
“Bertepatan dengan Bulan Pembiayaan Syariah, Qazwa memperkuat komitmennya untuk #SelaluKasiLebih dengan mendukung industri fesyen lokal,” ucap Dikry dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (1/11/2024).
Lewat kerja sama itu, Qazwa akan menyiapkan akses permodalan kepada pelaku UMKM fesyen hingga Rp 50 miliar melalui ekosistem eJahit. Terdapat lima kota yang menjadi bidikan awal kerja sama ini, yaitu Jakarta, Bandung, Bogor, Sukabumi, dan Solo.
Pembiayaan tersebut menggunakan model ecosystem financing selama 12 bulan. Jadi, masing-masing entitas yang berada di ekosistem eJahit dapat mengajukan permodalan ke Qazwa hingga Rp 2 miliar dengan tenor 5-6 bulan.
Nantinya, pemilik merek fesyen lokal akan melalui proses urun dana (crowdfunding) selama satu minggu di platform Qazwa untuk mencapai pembiayaan yang diajukan.
Qazwa sendiri memiliki lebih dari 200 penerima pembiayaan kredibel di seluruh Indonesia. Per Oktober 2024, telah tersalurkan (disbursement) lebih dari Rp 250 miliar kepada para pemilik bisnis kredibel.
Sejak diinisiasi pada 2016, Qazwa memberikan akses permodalan kepada lebih dari 10 industri, mulai dari properti hingga fesyen. Khusus untuk industri fesyen saja, Qazwa telah menyalurkan permodalan hingga Rp 13 miliar.
Sementara itu, eJahit merupakan start up yang berfokus pada industri fesyen. Start up ini berkomitmen untuk menghadirkan one-solution-for-all-problems bagi para pemilik merek fesyen lokal dengan menangani berbagai kebutuhan, mulai dari desain, sourcing, sampel, hingga ke tahap produksi massal.
eJahit juga memberdayakan para penjahit-penjahit lokal terbaik guna meningkatkan kualitas produksinya.
Chief Marketing Officer eJahit Khairunnisa menegaskan, sejalan dengan komitmen Qazwa untuk memaksimalkan potensi industri fesyen, eJahit akan memberikan keleluasaan bagi para pemilik merek fesyen lokal untuk bisa mengeksplorasi kreativitas mereka.
“Kami menyediakaan lebih dari 300 jenis bahan dengan empat lapis quality control guna menjaga hasil akhir produk. Peran teknologi dengan memaksimalkan artificial intelligence (AI) juga dihadirkan sehingga mampu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan hingga 15 persen,” tutur Khairunnisa.
Kerja sama tersebut menjadi kolaborasi pertama Qazwa dengan start up yang berfokus pada industri fesyen. Sebelumnya, Qazwa telah mengimplementasikan model pembiayaan serupa bersama eFishery dan BroilerX.
Lewat kerja sama itu, Qazwa mengucurkan pembiayaan senilai lebih dari Rp 10 miliar kepada 30 peternak ayam broiler dan penambak ikan lokal.