OCBC Laporkan Peningkatan Laba Bersih 25 Persen pada Kuartal III-2024
Kinerja keuangan utama OCBC per 30 September 2024 menunjukkan kenaikan pada beberapa indikator. Halaman all
(Kompas.com) 01/11/24 14:00 17315205
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) mencatatkan kinerja keuangan yang solid dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 25 persen hingga kuartal III-2024. Peningkatan ini seiring dengan keberhasilan bank dalam mendorong berbagai produk dan solusi keuangan komprehensif untuk memenuhi kebutuhan nasabah.
Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC, menjelaskan bahwa pencapaian ini menggambarkan kondisi bank yang semakin kuat.
“Memasuki kuartal ketiga tahun ini, Bank semakin tangguh dengan mencatatkan kinerja yang tumbuh secara konsisten. Pertumbuhan aset yang mencapai 16 persen dan dana pihak ketiga sebesar 8 persen mencerminkan kepercayaan nasabah yang semakin besar terhadap OCBC,” ungkap Parwati melalui keterangan pers, dikutip pada Jumat (1/11/2024).
Kinerja keuangan utama OCBC per 30 September 2024 menunjukkan kenaikan pada beberapa indikator. Laba bersih tercatat sebesar Rp 3,8 triliun, naik dari Rp 3,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kredit yang disalurkan juga meningkat sebesar 12 persen secara tahunan (YoY), mencapai Rp 161,8 triliun, sedangkan simpanan nasabah bertambah 8 persen menjadi Rp 199,4 triliun.
Total aset OCBC juga tumbuh 16 persen YoY menjadi Rp 287,0 triliun, sedangkan total ekuitas naik 11 persen menjadi Rp 39,9 triliun.
Selain itu, kualitas kredit menunjukkan perbaikan, dengan Kredit Bermasalah Bruto turun menjadi 1,8 persen dan Loan at Risk menurun menjadi 5,6 persen. Di sisi likuiditas, OCBC mencatatkan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 259,5 persen, jauh di atas ketentuan minimum yang ditetapkan oleh regulator.
Dalam mendukung keberlanjutan, hingga akhir kuartal III-2024, OCBC telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp 35,54 triliun, di mana 45,3 persen di antaranya berupa sustainability-linked loan dan green financing.
Dari sisi digital, pertumbuhan transaksi melalui e-channel OCBC meningkat 58 persen secara tahunan. Pengguna aktif layanan digital individu dan bisnis masing-masing naik 30 persen YoY, sedangkan transaksi pada aplikasi OCBC Business Mobile melonjak 64 persen.
Peluang di penurunan suku bunga BI
Parwati menambahkan bahwa penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) baru-baru ini membuka ruang bagi OCBC untuk mengakselerasi pertumbuhan kredit yang bertujuan mendukung pemulihan ekonomi nasional.
"Tentunya, dengan senantiasa berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian, OCBC terus berkomitmen untuk mendukung aspirasi nasabah baik individu dan bisnis,” ujarnya.
OCBC juga melaporkan pencapaian penting lainnya dengan efektifnya merger antara PT Bank Commonwealth dan OCBC sejak 1 September 2024, yang telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan demikian, nasabah dari PT Bank Commonwealth secara otomatis telah menjadi nasabah OCBC.
Sekilas tentang OCBC
PT Bank OCBC NISP Tbk didirikan pada 1941 dan telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari 83 tahun.
Hingga 30 September 2024, OCBC memiliki 207 jaringan kantor di 54 kota di Indonesia serta 534 ATM OCBC yang terhubung dengan lebih dari 90.000 jaringan ATM di Indonesia dan lebih dari 580 jaringan ATM OCBC Group di Singapura dan Malaysia.
Sebagai salah satu bank dengan peringkat kredit tertinggi di Indonesia, OCBC mendapat peringkat AAA(idn)/stabil dari Fitch Ratings Indonesia.