Laju Inflasi Makin Mendekati Target The Fed

Laju Inflasi Makin Mendekati Target The Fed

Indeks PCE Menunjukkan kenaikan 0,2% yang disesuaikan secara musiman untuk bulan tersebut, dengan tingkat inflasi 12 bulan sebesar 2,1%. - Halaman all

(InvestorID) 31/10/24 22:38 17326319

WASHINGTON, investor.id – Departemen Perdagangan Amerika Serikat (Depdag AS) merilis laporan yang menunjukkan sedikit peningkatan inflasi pada September 2024. Pergerakan ini diklaim mendekati target The Federal Reserve (The Fed).

Menurut laporan, Kamis (31/10/2024), personal consumption expenditures (PCE) price index atau indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi menunjukkan kenaikan 0,2% yang disesuaikan secara musiman untuk bulan tersebut, dengan tingkat inflasi 12 bulan sebesar 2,1%. Yang mana keduanya sejalan dengan estimasi Dow Jones.

The Fed menggunakan angka PCE tersebut sebagai alat ukur inflasi utamanya, meskipun para pembuat kebijakan juga mengikuti berbagai indikator lainnya. Demikian dikutip CNBC pada Kamis. 

Sebagai informasi, para pejabat The Fed menargetkan inflasi di tingkat tahunan 2% – yang belum pernah dicapai sejak Februari 2021. Sementara tingkat utama untuk September turun 0,2 poin persentase dari Agustus.

Meskipun angka utama menunjukkan bank sentral makin mendekati targetnya, tingkat inflasi yang berada di 2,7% tidak termasuk makanan dan energi, setelah indeks inti meningkat 0,3% setiap bulan. Tingkat tahunan 0,1 poin persentase pun lebih tinggi dari perkiraan tetapi sama dengan Agustus.

Di samping itu, pergerakan inflasi condong ke arah harga jasa, dengan kenaikan 0,3%, sementara harga barang turun 0,1%. Ini merupakan catatan deflasi keempat kalinya dalam lima bulan terakhir untuk kategori tersebut.

Untuk harga rumah sendiri turun dari lajunya, naik 0,3%. Barang dan jasa energi juga kontraksi 2%.

Laporan ini muncul seiring pertaruhan besar pasar bahwa The Fed bakal memangkas suku bunga acuan pinjaman jangka pendek saat pertemuan minggu depan. Pada September saja, bank sentral AS itu telah memangkas suku bunga sebesar setengah poin persentase – yang disebut sebagai langkah luar biasa selama ekspansi ekonomi.

Para pembuat kebijakan telah menyatakan keyakinan bahwa inflasi akan kembali ke target sekaligus bersamaan menunjukkan keprihatinan atas kondisi pasar tenaga kerja. Terlepas sebagian besar indikator menunjukkan bahwa perekrutan tenaga kerja masih terus berlanjut dan tingkat PHK masih rendah.

Sedangkan laporan terpisah pada Kamis pagi, makin memperkuat anggapan bahwa perusahaan-perusahaan sebagian besar menggantungkan diri pada para pekerjanya.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan, pengajuan awal untuk tunjangan pengangguran mencapai 216.000 di pekan yang berakhir 26 Oktober, turun 12.000 dari level revisi naik periode sebelumnya. Jumlah tersebut juga di bawah perkiraan 230.000.

Meskipun ada kekhawatiran akan inflasi, laporan Departemen Perdagangan menunjukkan pendapatan dan pengeluaran bertahan selama bulan tersebut.

Pendapatan pribadi meningkat 0,3%, sedikit lebih tinggi dari angka Agustus dan sejalan dengan ekspektasi. Pengeluaran konsumen naik 0,5%, melampaui perkiraan sebesar 0,1 poin persentase. Tingkat tabungan pribadi turun menjadi 4,6%, terendah tahun ini.

Dalam data lain yang dirilis Kamis, Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan bahwa indeks biaya tenaga kerja meningkat 0,8% pada kuartal ketiga atau 0,1 persentase di bawah perkiraan. Dalam basis 12 bulan, indeks yang mengukur upah, gaji dan tunjangan ini naik 3,9%, dibandingkan dengan kenaikan 2,4% dalam indeks harga konsumen.

Editor: Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #laju-inflasi-mendekati-target #the-fed #suku-bunga-acuan-as #indeks-pce #peningkatan-inflasi #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/378686/laju-inflasi-makin-mendekatitarget-the-fed