Saham Gudang Garam (GGRM) Terus Tertekan, Makin Mepet ke Area Rp 13.000-an
Saham Gudang Garam (GGRM) diparkir di Rp 14.025 di sesi I, atau kian mendekati area Rp 13.000-an. Penurunan kinerja GGRM jadi pemicunya. - Halaman all
(InvestorID) 31/10/24 13:04 17335957
JAKARTA, investor.id - Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) diparkir minus 1,23% ke Rp 14.075 per akhir sesi I perdagangan 31 Oktober 2024. Saham GGRM juga sempat menyentuh Rp 14.025 yang merupakan level terendahnya dalam 10 tahun terakhir.
Saham Gudang Garam kian tertekan semakin mendekat ke area Rp 13.000-an. Padahal saham GGRM sempat menyentuh level tertingginya sepanjang masa Rp 100.975 pada 4 Maret 2019.
Saham Gudang Garam tertekan usai perseroan merilis kinerja keuangan hingga akhir kuartal III-2024.
Gudang Garam (GGRM) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 67 miliar (-94% yoy, -80% qoq) pada 3Q24.
“Hasil ini membuat laba bersih selama 9M24 menjadi Rp 992 miliar (-78% yoy), jauh di bawah ekspektasi karena hanya setara 30% ekspektasi FY24F konsensus,” ungkap analis Stockbit Sekuritas, Everson Sugianto dalam ulasannya dikutip Kamis (31/10/2024).
Penurunan Penjualan
Everson menilai, kinerja Gudang Garam (GGRM) yang lemah pada 3Q24 ditekan oleh penurunan penjualan, tertekannya margin laba kotor, dan opex yang masih naik.
“Faktor ini membuat laba usaha pada 3Q24 hanya mencapai Rp 205 miliar (-88% yoy, -68% qoq),” tulisnya.
Everson menyebutkan, penjualan Gudang Garam (GGRM) pada 3Q24 masih lemah dengan turun -7,8% yoy, yang kemungkinan besar disebabkan oleh penurunan volume penjualan rokok.
“Meski belum ada informasi terkait volume penjualan selama 9M24, volume penjualan GGRM selama 1H24 turun -15% yoy. Situasi ini diperparah oleh penurunan margin laba kotor sebesar -400 bps yoy pada 3Q24 menjadi 9,4% (vs. 3Q23: 14%),” bebernya.
Menurutnya, penurunan margin Gudang Garam (GGRM) tersebut kemungkinan disebabkan oleh kenaikan rata–rata harga penjualan (ASP) yang tidak cukup untuk mengimbangi kenaikan cukai.
“Adapun kesulitan dalam menaikkan ASP kemungkinan didasari oleh kekhawatiran atas isu downtrading ke rokok murah dan daya beli masyarakat,” jelas Everson.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #gudang-garam #ggrm #saham-ggrm #berita-ekonomi-terkini