Pemangkasan Suku Bunga The Fed Bisa Jadi Berkah di Asia Tenggara

Pemangkasan Suku Bunga The Fed Bisa Jadi Berkah di Asia Tenggara

Keputusan The Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga pada September 2024, dengan perkiraan pemangkasan lebih lanjut. - Halaman all

(InvestorID) 01/11/24 09:13 17360357

WASHINGTON, investor.id – Keputusan The Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga pada September 2024, dengan perkiraan pemangkasan lebih lanjut, dapat menjadi berkah bagi ekonomi negara berkembang di Asia Tenggara.

“Kami sangat yakin dan optimis dengan pemangkasan suku bunga ... pasar-pasar ini akan kembali ke lintasan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil 6%-7% dalam waktu dekat,” ucap Saurabh Agarwal, kepala ekuitas swasta Asia Tenggara di Warburg Pincus, seperti dikutip CNBC internasional, Jumat (1/11/2024).

Keyakinannya diimbangi oleh para ekonom dan pejabat keuangan di seluruh kawasan.

Kepala ekonom Bank Central Asia David Sumual mengatakan Indonesia adalah salah satu negara yang dapat memanfaatkan kebijakan The Fed jangka pendek dan jangka panjang.

Ia menilai pemangkasan The Fed lebih lanjut akan menguntungkan Indonesia terutama melalui jalur komoditas, mengingat potensi kenaikan harga komoditas, terutama dengan berita tentang stimulus fiskal China yang akan datang.

“Indonesia juga dapat memperoleh keuntungan dari aliran masuk portofolio yang lebih tinggi (terutama untuk saham), meskipun dampaknya mungkin lebih terbatas mengingat permintaan baru di pasar saham China,” ucapnya, Jumat.

Suku bunga yang lebih tinggi di AS secara tradisional berdampak negatif bagi pasar berkembang, karena investor Amerika Serikat (AS) biasanya mengirim modal mereka pulang untuk mencari imbal hasil yang layak.

Kekhawatiran utama juga adalah tekanan perbedaan suku bunga yang diberikan pada mata uang, dan ini dapat menjadi masa yang sulit bagi bank sentral pasar berkembang yang berusaha mengendalikan kenaikan harga.

Namun di sisi lain, ketika suku bunga AS turun, hal itu dapat mendorong pasar berkembang yang melihat aliran baru ke ekonomi mereka. Komoditas global, sebagai landasan banyak pasar berkembang, juga cenderung naik harganya karena dolar AS turun karena prospek yang lebih dovish oleh The Federal Reserve.

Kejutan Indonesia

Dalam lingkungan saat ini, bank sentral Indonesia dan Thailand berusaha untuk bermanuver sendiri setelah pemangkasan The Fed baru-baru ini.

Memang, beberapa jam sebelum The Fed memangkas suku bunga acuannya, Bank Indonesia (BI) mengumumkan pemangkasan suku bunga pertamanya dalam tiga tahun dalam apa yang dipandang sebagai langkah yang mengejutkan.

Berbicara sebelum pemangkasan suku bunga The Fed, Henry Wibowo, kepala penelitian dan strategi Indonesia di JPMorgan mengatakan Indonesia akan menjadi salah satu penerima manfaat utama dari aliran portofolio ini di Asia yang berasal dari pemangkasan suku bunga di AS.

"Jika Anda melihat indeks gabungan Jakarta, salah satu sektor penggerak terbesar adalah sektor perbankan dan kami pikir bank-bank akan mendapatkan aliran portofolio yang masuk dan itu pada dasarnya akan membantu meningkatkan kelipatan mereka," ucapnya. Kelipatan perdagangan digunakan oleh para profesional keuangan untuk mengukur nilai saham.

Suku bunga di Indonesia secara historis mengikuti The Fed, tambah Sumual, berkat arus kas global dan fluktuasi mata uang yang saling terkait erat.

“Bank Indonesia cenderung mengikuti The Fed dalam memangkas suku bunga kebijakannya, meskipun Indonesia mampu memangkas suku bunga BI dalam pertemuan 24 September sebelum pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), karena apresiasi tajam nilai rupiah Indonesia,” katanya kepada CNBC.

Sumual mengatakan BI mungkin menunggu lebih banyak pemangkasan The Fed sebelum melanjutkan kampanye pemangkasan suku bunganya, karena bank sentral terus mencari keseimbangan atas kebijakan moneter yang pro-stabilitas dan kebijakan makroprudensial yang pro-pertumbuhan.

Mata uang rupiah Indonesia dan baht Thailand menguat terhadap dolar AS setelah keputusan The Fed, sebagian berkat investor yang mengalihkan sejumlah besar uang dari obligasi pemerintah AS ke pasar berkembang di Asia Tenggara.

Itu tidak hanya terbatas pada kedua negara. Baik ringgit Malaysia maupun dolar Singapura juga menguat akibat pemangkasan The Fed. Pada 29 September 2024, baht Thailand mencapai nilai tertingginya terhadap dolar AS sejak awal 2022.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada September 2024, lembaga pemeringkat kredit Amerika Fitch Ratings mengatakan pihaknya memperkirakan The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga sebanyak empat kali hingga 2025. Bank sentral AS diperkirakan masih akan melakukan pemangkasan suku bunga lagi sebelum akhir tahun.

Mengenai ASEAN, bank sentral tampaknya akan mengikuti langkah The Fed. Sumual yakin BI dan Bank Thailand akan mengikuti langkah tersebut, yang selanjutnya akan menguntungkan aset portofolio pasar berkembang ASEAN.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #the-fed #suku-bunga-the-fed #asia-tenggara #indonesia #asean #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/378726/pemangkasan-suku-bunga-the-fed-bisa-jadi-berkah-di-asia-tenggara